Nasional

177 WNI Calon Haji Yang Gunakan Paspor Palsu Terancam Kehilangan Kewarganegaraan

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 177 calon jamaah haji Indonesia yg kedapatan membawa paspor palsu di Filipina terancam kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Haris, seorang WNI kehilangan kewarganegaraan lantaran memiliki paspor negara lain. Dan itu yg terjadi pada para calon haji itu.

Mereka berangkat menuju Arab Saudi dari Manila dengan paspor Filipina. 

Freddy menuturkan Pasal 23H Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan menjelaskan bahwa WNI yg mempunyai paspor dari negara asing atas namanya mampu kehilangan status kewarganegaraannya.

(Baca: Keluarga Korban Haji Filipina Maki-maki Pimpinan KBIH Arofah)

“Kasus jamaah ini juga masalah kewarganegaraan karena di Pasal 23H kan bilang status WNI hilang kalau dia milik paspor negara lain. Itu kan walaupun caranya dengan apapun, dia milik beberapa paspor. Artinya dia mampu kehilangan kewarganegaraannya,” ujar Juliani usai acara Dialog Peringatan Dasawarsa Dwi Kewarganegaraan Terbatas ke-10 di gedung Kemenkumham, Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Menurut Freddy, secara materil, pemerintah mampu saja melepaskan status kewarganegaraan ke-177 WNI itu. 

Hanya, pemerintah memberikan toleransi karena mereka diyakini tak mengetahui UU Kewarganegaraan.

“Kasihan juga mereka ini kan tak mengerti semua macam, hanya korban. Maka nanti pemerintah mulai turun tangan membantu,” tandas Freddy.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 177 calon jamaah haji Indonesia ditangkap di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino, Manila, Jumat (19/8/2016) setelah ketahuan memakai paspor Filipina.

Petugas mencurigai mereka karena tak dapat berbahasa Tagalog atau bahasa setempat dan cuma berbicara dalam bahasa Inggris.

(Baca: Pemilik Agen Travel Calon Haji Juga Ikut Ditahan di Filipina)

Saat ini pihak KBRI di Manila tengah melakukan verifikasi data terhadap 177 orang tersebut.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pemerintah Filipina memberi akses kepada perwakilan Indonesia bagi bertemu dengan mereka dan ia sudah meminta pemerintah Filipina memberi perhatian khusus atas perkara ini.

Kompas TV Menag Akan Beri Sanksi Tegas pada Travel Haji Ilegal

 

Sumber: http://nasional.kompas.com