Politik

Adik Ahok Sebut Saksi Sidang Bernama Gus Joy Pendukung Agus-Sylvi

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan empat saksi dalam sidang keempat perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1). Salah sesuatu saksi yg dihadirkan adalah Gus Joy.

Kehadiran Gus Joy dinilai sarat kepentingan politis. Adik Ahok, Fifi Lety Indra mengatakan, Gus Joy adalah salah sesuatu pendukung Cagub dan Cawagub DKI Jakarta nomor urut sesuatu Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni.”Gus Joy itu telah melakukan deklarasi dukungan kepada pasangan nomor urut sesuatu merupakan Agus dan Sylvi. Setelah dia melakukan deklarasi itu kemudian dia melaporkan Ahok melakukan dugaan penistaan agama,” kata Adik Ahok, Fifi Lety Indra di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1).

Karena itu Figi melihat perkara Ahok sebagai kriminalisasi yg dikerjakan lawan politiknya. Apalagi tak ada sesuatu pun warga Kepulauan Seribu yg mempermasalahkan pidato Ahok dan melaporkan atas tuduhan penistaan agama.”Saya mau tekankan di sini Ahok sangat di dikriminalisasi. Seperti diketahui polri telah mengeluarkan surat edaran kalau ada pasangan yg melakukan kampanye ada laporan polisi apapun harusnya enggak ditindaklanjuti agar enggak jadi alat politik,” kata dia.

Menurutnya, laporan dugaan penistaan agama yg dikerjakan Front Pembela Islam justru semakin memperkuat aroma kriminalisasi kasus. Dia mengaku masih menelusuri apakah FPI terafiliasi dengan partai politik tertentu atau salah sesuatu kandidat Cagub DKI.”Terbukti ada satu. Pelapor lainnya FPI ya kalian tak tahu atau tidak. Cari aja di google, dicari saja foto-fotonya gitu saja,” ucapnya.

Untuk diketahui, ada empat dari enam saksi Jaksa yg mampu hadir di sidang keempat perkara Ahok. Keempatnya yakni, Sekjen Dewan Perwakilan Daerah FPI DKI Novel Chaidir Hasan, Imam FPI DKI Muchsin alias Habib Muchsin, Gus Joy Setiawan, Syamsu Hilal.Sementara, beberapa saksi yg batal hadir yakni Muhammad Burhanuddin dan Nandi Naksabandi. Informasi yg didapat, Burhanuddin berhalangan lantaran sakit. Sementara, berdasarkan informasi saksi Novel Chaidir, Nandi telah meninggal dunia pada 7 Desember 2016.

Sumber: http://www.merdeka.com