Bintan Kepri

Aspirasi Aliansi Masyarakat Bintan didengarkan Pj Bupati Bintan

Info Tanjungpinang – Aspirasi Aliansi Masyarakat Bintan didengarkan Pj Bupati Bintan. Selepas melakukan kunjungan terhadap masyarakat Suka Damai, Desa Teluk Sasah – Kecamatan Seri Kuala Lobam yang terkena musibah Puting Beliung, Penjabat Bupati Bintan, Drs. Doli Boniara, M. Si beserta rombongan juga diundang untuk mendengarkan aspirasi dari Aliansi Masyarakat Bintan berkenaan dengan penetapan lokasi Kampung Tua Di Kabupaten Bintan.

Aspirasi Aliansi Masyarakat Bintan didengarkan Pj Bupati Bintan
Aspirasi Aliansi Masyarakat Bintan didengarkan Pj Bupati Bintan

Turut hadir, Kepala Bappeda Kab. Bintan Setioso, Kepala Bagian Humas dan Protokol PemerintahKabupaten Bintan, Ronny Kartika, Kabag agraria, Hendrio,, Camat Seri Kuala Lobam, Sekertaris Camat  Bintan Utara, serta dihadiri juga oleh para tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, Doli Boniara menyampaikan, pihaknya setuju dengan aspirasi yang telah disampaikan Aliansi Masyarakat Bintan sebagai inspirasi kedepan, ditengah keterbatasan yang dimiliki Doli dalam memimpin Bintan yang hanya Setahun.

“Hal ini akan menjadi inspirasi saya kedepan, dan hal ini juga sangat penting agar masyarakat terlindungi dalam lingkup Kampung Tua,” ujar Doli Boniara, Rabu (9/9) di Seri Kuala Lobam.

Selain itu juga, Doli menilai bahwa khususnya 3 kecamatan ini (Seri Kuala Lobam, Bintan Utara dan Teluk Sebong) yakni kawasan yang menarik dan strategis, karena mempunyai nilai investasi tinggi bagi investor.

“Ada beberapa hal terkait kawasan wisata, salah satu pemikiran saya adalah bagaimana daerah strategis di Bintan bisa kondusif,” ujar Doli Boniara.

Doli Boniara juga berharap, untuk terus mendoakan dan mendukung para investor dan pengusaha agar nyaman dan nantinya masyarakat juga akan nyaman sehingga
ada tahapan, bagaimana bisa mendukung sejalan dan selaras antara pemerintah, pengusaha dan masyarakat.

Sementara itu, Tokoh BP3KR, Huzrin Hood mengatakan, dengan hadirnya Bandara dan Boga sari dipastikan akan membutuhkan lapangan kerja bagi masyatrakat setempat, namun hal ini juga harus dibarengi dengan pembekalan keahlian bagi masyarakat.

“Kita minta mulai mencari jalan umtuk memberikan keahlian dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Huzrin.

Terkiat aspirasi ini, Huzrin menyarankan kepada Aliansi Masyarakat Bintan untuk duduk bersama pemerintah, pengusaha dan DPRD Kabupaten maupun Provinsi guna penentuan kampung tua dan beberapa program lainnya.

“Agar aspirasi ini didengar maka harus diadakan dialog antara DPRD dan Pemkab Bintan,” ujar Huzrin.

Selain penentuan titik Kampung Tua karena Bintan merupakan dahulunya adalah sebuah kerajaan, juga ada beberapa point yang harus menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kedepan yang disampaikan salah satu perwakilan dari Aliansi Masyarakat Bintan, Edi yang mana menginginkan nama jalan di jalur lintas barat itu diberikan nama.

“Nama Jembatan kalau bisa seperti Hang Jebat dan lainnya karena kita ada di Kerajaan Bentan,” ujar Edi.

Edi juga menyampaikan bebrapa program yang dulu sempat berjalan namun saat ini redup, yakni membudayakan menyediakan 2 pot bunga berfungsi sebagai  keindahan dan anti oksidan di perkantoran serta Bintan harus memiliki ciri khas daerah seperti arsitek perkantoran harus berbudaya melayu.

“Pembangunan harus sesuai dengan adat melayu, untuk di lagoi kami berharap pemerintah mengimbau agar pembangunan disana bernuansa melayu

Sumber : Humas Kab Bintan