Kepri Opini Tanjungpinang

Bikin Resah, Banyak Pedagang Kaki Lima Yang Melanggar Aturan

oleh Rahmawati
Mahasiswi fisip UMRAH

Pedagang kaki lima merupakan pedagang yang berjualan dipinggir jalan depan ruko-ruko, dipinggir-pinggir jalan dan lainnya yang mengganggu pemandangan kota dengan menggunakan gerobak. pedagang kaki lima ialah orang (pedagang-pedagang) golongan ekonomi lemah, yang berjualan barang kebutuhan sehari-hari, makanan dengan modal yang relatif kecil, modal sendiri atau modal orang lain, baik berjualan di tempat terlarang ataupun tidak. Istilah kaki lima diambil dari pengertian tempat di tepi jalan yang lebarnya lima kaki.

Bikin Resah, Banyak Pedagang Kaki Lima Yang Melanggar Aturan
Rahmawati. Mahasiswi Fisip UMRAH Tanjungpinang

Pemerintah kota Tanjungpinang sendiri telah membuat kebijakan perda untuk melarang keberadaan pedagang kaki lima nomor 8 tahun 2005 tentang ketertiban, kebersihan dan keindahan lingkungan yang didalamnya terdapat larangan berdagang di tempat yang tidak diizinkan namun faktanya sejumlah pedagang kaki lima malah semakin banyak melanggar aturan yang di buat pemerintah kota Tanjungpinang, seringkali dijumpai saat malam hari banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan dipinggir-pinggir jalan.

Permasalahan pedagang kaki lima ini bisa mengganggu tatanan ruang kota dan para pejalan kaki, sehinnga menyulikatkan pemerintah kota Tanjungpinang untuk mewujudkan sebuah kota yang bersih dan tertib.

Dari masalah ini sering menimbulkan konflik antara pedagang dengan satuan polisi pamong praja (satpol PP), dikarenakan tidak terima barang-barang mereka di angkut oleh petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP), dan sebelum barang-barang mereka di bawak satpol PP terlebih dahulu memperingati kepada para pedang, tetapi mereka tidak menghiraukan dan masih saja berjualan sehingga barang-barang mereka dibawa oleh satpo PP.

Dan terjadinya perlawanan itu bisa saja kurangnya pendekatan pemerintah terhadap mereka seharusnya pedagang kaki lima di sosialisasikan terlebih dahulu, supaya mereka lebih memahami peraturan-peraturan yang telah di tetapkan kota Tanjungpinang.

Sebaiknya pemerintah Tanjungpinang membuat tempat khusus para pedagang kaki lima untuk berdagang, supaya mereka juga bias menghidupi kelurga mereka dimana saat sekarang ini perekonomian semakin meningkat, jika tidak dibuat tempat khusus maka mereka akan terus berjualan di tempat-tempat yang tidak diizinkan.

Dari kasus ini upaya mereka untuk mewujudkan kepentingan yaitu dengan cara mereka melawan para petugas satpol PP yang sedang merazia mereka untuk tidak mengambil barang-barang mereka jual, menurut Karl Marx melihat masyarakat manusia sebagai sebuah proses perkembangan yang akan mengakhiri konflik dengan konflik.

Ciri utama hubungan sosial adalah perjuangan kelas dan revolusi. Kapitalisme akan membuat pemisahan yang tajam antara mereka yang menguasai alat produksi, yaitu kelompok borjuis atau golongan proletar. Menurut ramalan Marx, konflik akan selalu terjadi dimana kelompok proletar akan memberontak melawan kelompok borjuis. Kaum proletar akan memenangkan perjuangan kelas ini dan akan mencip\takan masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara.

Dan bagi para pedagang kaki lima ini merekalah yang benar, karena mereka fikir mereka Cuma hanya ingin mencari rezeky yang halal untuk menghidupi kelurgaa mereka, tetapi dilain sisi bertentangan dengan pemerintah, pemerintah berfikir mereka bisa merusak tatanan kota. Pedagang kaki lima di Tanjungpinang ini banyak sekali kita jumpai di jalan-jalan pemuda, pamedan, suka berenang, pancur, km 8 atas dan di jalan-jalan lainnya.

Akan tetapi makanan yang di jual di Tanjungpinang ini banyak juga di minati masyarakat karena enak selain itu juga murah bisa dijangkau oleh kaum menengah bawah, misalnya makanan yang di jual cepat saji seperti KFC atau burger kita bisa juga jumpai di pinggir-pinggir jalan dengan harga yang relative murah.

Pedagang – pedagang kaki lima pun menjadi artenatif untuk membeli jajanan yang murah dan terjangkau oleh masyarakat, dengan hal ini pemerintah kota pun harus menambah lagi tempat yang seharusnya ditempati para pedagang kaki lima untuk menjual dagangannya.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, seharusnya para pedagang menghadap wali kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah agar memberikan kebijakan atas persoalan tersebut, untuk dapat membuat kota Tanjungpinang bersih dan tertib. Dengan adanya diskusi dengan para pedagang dapat juga untuk menghindari konflik antara pedagang dan pemerintah kota Tanjungpinang.

Mungkin saja para pedagang tersebut akan benci atas nasehat dan saran yang di berikannya, semua itu demi kebaikan para pedagang dan untuk kebaikan tatanan kota Tanjungpinang.

Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sangat penting untuk para pedagang, makanya untuk menghindari konflik ini sebaiknya pedagang kaki lima mengikuti aturan dari pemerintah yaitu membuat surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) agar tidak digusur.

Para pedagang sebaiknya meminta kepada walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah untuk memberikan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan cepat, supaya hak para pedagan kaki lima bisa dengan tenang berjualan ditempat tersebut dan tidak takut lagi untuk di razia para petugas satuan pamong praja (satpol PP).

Semoga dengan adanya surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bisa menyelesaikan konflik – konflik yang ada selama ini, karna pedagang sudah resmi di izinkan oleh pemerintah kota Tanjungpinang, agar kedepannya membuat kota Tanjungpinang bersih dan tertib.