Teknologi

Bukalapak Pastikan IPhone 7 Tak Dijual Di Harbolnas 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Sedang ingin membeli iPhone 7? Jangan di event Hari Belanja Onlien Nasional (Harbolnas) Bukalapak yg mulai berlangsung pada 12 hingga 14 Desember 2016 mendatang, karena ponsel anyar besutan Apple tersebut dipastikan tidak bakal tersedia.

Demikian diungkapkan oleh Co-founder dan Chief Financial Officer Bukalapak, Fajrin Rasyid, ketika ditemui KompasTekno usai peluncuran program Harbolnas Bukalapak di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Penegasan Bukalapak tersebut, menurut Fajrin, sesuai dengan arahan dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan pada November lalu, yg melarang penyedia layanan e-commerce menjual ponsel “black market” (BM) alias yg belum memperoleh izin buat beredar resmi di Indonesia.

“iPhone 7 ini termasuk barang yg tak boleh dijual. Pemerintah sangat-sangat keras soal pelarangan ini. Jadi, kalian juga menghormati dan mulai mematuhi larangan tersebut,” ujar Fajrin.

Dia menambahkan, sistem penjualan Bukalapak sudah diatur agar pelapak alias penjual di layanan marketplace itu tidak mampu mendaftarkan atau memajang iPhone 7 sebagai dagangan, kecuali mungkin apabila informasinya dipalsukan seolah-olah menjadi barang lain.

“Mungkin dapat kalau diubah begitu. Tapi secara default iPhone 7 tak dapat dimasukkan ke sistem,” tuturnya.

Duo iPhone 7 dan iPhone 7 Plus sendiri ketika ini memang belum dijual secara resmi ke pasaran Indonesia. Informasi terakhir, keduanya sudah mendapat sertifikat lolos pengujian dari Balai Uji Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), namun masih terkendala uji Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Mulai Januari 2017 mendatang, pemerintah memang mensyaratkan vendor yg ingin menjual ponsel 4G di Indonesia agar memenuhi persyaratan TKDN sebesar 30 persen. Apple berniat memenuhi ketentuan tersebut dengan membangun pusat riset di dua lokasi di Indonesia, namun rencana ini masih belum terealisasi.

Baca: iPhone 7 dan 7 Plus Sudah Dapat Sertifikasi di Indonesia

Larangan pemerintah

Penjualan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus BM sempat menjadi buah bibir pada November dahulu saat dipajang sebagai dagangan berdiskon oleh sejumlah e-commerce lokal Indonesia dalam ajang promosi Singles’ Day (11/11/2016).

Padahal, sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah mengeluarkan surat berisi larangan buat pelaku e-commerce, agar tak menjual ponsel yg masih belum resmi masuk ke Indonesia itu.

Ketua Umum Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA), Aulia Ersyah Marinto, pun menyampaikan sudah mengimbau anggotanya agar mematuhi larangan tersebut. “Suratnya sendiri cuma menyebut spesifik, merupakan iPhone 7,” sebut Aulia pada KompasTekno saat itu.

Baca: Tokopedia Stop Penjualan iPhone BM

IdEA beranggotakan sebagian besar situs jual beli online di Indonesia, termasuk Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, MatahariMall, JD.id, Zalora, dan banyak lagi.

Meski demikian, dalam perkara pelarangan iPhone 7, Aulia menyampaikan asosiasi sebatas mengatakan imbauan dari pemerintah saja. Keputusan bagi menaati larangan penjualan ponsel BM tetap berada di tangan masing-masing situs e-commerce.

“Keputusan akhirnya berpulang kepada masing-masing anggota. Dari asosiasi tak ada sanksi,” katanya.

Selain duo iPhone 7, produk ponsel Apple terdahulu yg juga masuk lewat jalur tidak resmi, yakni iPhone 6 dan iPhone 6 Plus, juga sempat ditemukan di sejumlah situs e-commerce lokal pada event diskon Singles’ Day.

Sumber: http://tekno.kompas.com