Nasional

Datangi KPK, Arif Wibowo Bantah Mangkir Dari Pemeriksaan

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Arif Wibowo membantah mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (13/12/2016).

Arif sedianya mulai diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik.

Menurut Arif, ketidakhadirannya di KPK karena kesalahan teknis administrasi. Surat pemanggilan bagi pemeriksaan, kata dia, baru sampai ke Dewan Perwakilan Rakyat pukul 14.00 WIB kemarin.

“Saya tak mangkir. Surat sampai Dewan Perwakilan Rakyat itu jam 2 siang. Saya baru tahunya malam karena meeting terus,” kata Arif di gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

(Baca: Tanpa Keterangan, Politisi PDI-P Arif Wibowo Tak Penuhi Panggilan KPK)

Meski tak ada jadwal pemeriksaan hari ini, Arif menuturkan kedatangannya bagi mengajukan diri agar mampu diperiksa kembali oleh penyidik sebagai saksi.

Selain itu, ia juga mulai mengklarifikasi kesalahan adminstrasi terkait pemeriksaan Selasa.

Dalam kurun waktu sesuatu bulan, KPK meminta informasi sejumlah anggota DPR. Di antaranya, Chairuman Harahap, Agun Gunandjar Sudarsa dan Khatibul Umam Wirannu. 

Chairuman dan Khatibul Umam adalah Pimpinan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat pada periode 2009-2014. Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu dikonfirmasi seputar dugaan kerugian negara dalam pengadaan KTP elektronik yg mencapai Rp 2 triliun.

Semisal, proses penetapan anggaran, perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan proyek.

Sejumlah nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat pernah disebut oleh mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, sebagai pihak-pihak yg terlibat dalam masalah korupsi pengadaan KTP elektronik.

Saat itu, pembahasan dikerjakan di Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat RI. Nama pejabat yg disebut Nazaruddin antara lain, mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dan politisi Partai Golkar, Setya Novanto, yg kini menjabat sebagai Ketua DPR.

Setya Novanto telah diperiksa dalam masalah ini pada Selasa (13/12/2016). (Baca: Diperiksa KPK dalam Kasus E-KTP, Setya Novanto Bantah Tudingan Nazaruddin)

Dalam masalah ini, KPK sudah memutuskan beberapa orang tersangka yakni, Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kepndudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman.

Kompas TV KPK Periksa Setnov sebagai Saksi Korupsi E-KTP

Sumber: http://nasional.kompas.com