Dinas Pendidikan Kepri Mengadakan Workshop Perspektif Jurnalistik 2017

Tanjungpinang (IT) – Gubernur provinsi Kepri Nurdin Basirun buka acara workshop perspektif jurnalistik terhadap dunia pendidikan pada senin malam (4/12). Kegiatan tersebut diadakan pada tanggal 4 hingga 6 Desember 2017 di Hotel Aston kota Tanjungpinang.

Gubernur Buka Workshop Jurnalistik
Gubernur Buka Workshop Jurnalistik

Panitia mengundang beberapa pembicara utama, Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers Pusat), Jodhi Yudono (Ketua Umum IWO Pusat) dan Ramon Damora (Ketua Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Kepri) namun diwakili oleh Richard Nainggolan selaku Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Kepri karena yang bersangkutan sedang menjalankan ibada Umroh.

Para peserta workshop adalah jurnalis dari media cetak, media elektronik dan media online dari kepri serta media nasional perwakilan kepri. Selain Arifin Nasir selaku kepala Dinas Pendidikan Kepri, turut hadir juga beberapa tamu undangan seperti Ing Iskandar (perwakilan Dewan Provinsi kepri), Yuliarni Pustoko Weni dan beberapa tokoh lainnya.

Media hanya dapat mengirimkan satu peserta sebagai perwakilan dengan mengisi formulir yang disediakan serta menyerahkan SURAT TUGAS secara resmi yang ditandatangani oleh Pimpinan Redaksi atau Kepala Perwakilan Wilayah yang bercap media terkait. Berhubung peserta berasal dari berbagai wilayah di provinsi kepri dan padatnya jadwal kegiatan, maka panitia menyediakan kamar Hotel  untuk 2 jurnalis mendapatkan satu kamar dan tidak boleh berlainan jenis.

Atmadinata (Kabid SMA provinsi Kepri) menyampaikan bahwa biaya kegiatan workshop jurnalis ini dibiayai oleh APBD 2017.

Sambutan Gubernur Nurdin dalam Workshop Jurnalistik Disdik Kepri
Sambutan Gubernur Nurdin dalam Workshop Jurnalistik Disdik Kepri

Nurdin mengatakan bahwa “Workshop jurnalis sangat penting diadakan, karena dapat membangun komunikasi yang baik antara jurnaslistik dengan dunia pendidikan dengan memanfaatkan era digital. Media dan masyarakat sangat berperan penting dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan yang merata diseluruh Kepri”.

Yosep Adi Prasetyo selaku narasumber pada sesi pembukaan membahas pentingnya Pencegahan dan cara menangkal berita Hoax. Media sosial menjadi alternatif masyarakat pada saat informasi media mainstream tidak bisa dipercaya.

Media sosial semacam Twitter dan Facebook yang awal mulanya diciptakan untuk membuat update status atau sarana untuk menemukan kawan lama yang berpisah, berubah menjadi sarana seseorang menyampaikan pendapat politik, mengomentari pendirian orang lain.

Yosep menyampaikan “Banyak berita gorengan jelang pileg dan pilpres. Sejumlah pemilik media membuat partai/masuk partai dan menggunakan medianya untuk berkampanye. Ada sejumlah partai membuat berita baru.”

“Banyak wartawan ikut jadi caleg atau joki politik. Sejumlah wartawan merangkap menjadi tim sukses. Politisi menarik-narik wartawan, mengunjungi media/organisasi wartawan. Sehingga publik kehilangan kepercayaan terhadap NETRALITAS PERS dan kebenaran isi media.” Lanjut Yosep.

Adapun dibahas mengenai ciri-ciri Berita Hoax:

  1. Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan, dll. (fear arousing)
  2. Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintaitanggung jawab atau klarifikasi (shispered propaganda)
  3. Pesan sepihak, menyerang dan tidak netral atau berat sebelah (one-sided)
  4. Mencatut nama tokohberpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal (transfer device)
  5. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, sura rakyat (plain folks)
  6. Judul dan pengantarnya profokatif dan tidak cocok dengan isinya. Memberi penjulukan (name calling)
  7. Minta supaya dishare atau diviralkan (band wagon)
  8. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya nampak ilmiah dan dipercaya (card stacking)
  9. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.
  10. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal dimana alamat media dan penanggungjawab tidak jelas.
  11. Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dna berasal dari kejadian ditempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi. Pelaku juga dapat merubah latar dan foto sebuah peristiwa dengan mengandalkan kecanggihan piranti pengolah gambar dan ketrampilannya.
Foto Bersama - Gubernur, Kadisdik Kepri beserta Tamu Undangan Workshop Jurnalistik
Foto Bersama – Gubernur, Kadisdik Kepri beserta Tamu Undangan Workshop Jurnalistik

Yosep juga menambahkan kritikan terhadap jurnalis bahwa “Mayoritas wartawan saat ini ternyata memilih jalan paling mudah untuk menulis, menemukan ide berita, sekaligus memverifikasi sebuah fakta hanya dengan mengandalkan sumber media sosial. (pradianto)

You might like

About the Author: infotanjungpinang

Hati perlu iman, otak perlu ilmu. Marilah kita beriman dan berilmu. Indahnya hidup berkah dengan berbagi ilmu.