Kepri

Dokter Bedah Bisa Terlibat Korupsi, jika Tak Paham Istilah Pembayaran

info Tanjungpinang – Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (Perspebsi) menggelar seminar Gratifikasi Bidang Profesi Dokter Spesialis Bedah Syaraf, Senin (26/5) pagi di Swissbel Hotel Harbour Bay. Seminar yang mengundang narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Gufron.

Ali Gufron menyatakan, paska keberadaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan banyak hal-hal baru yang terkait dengan proses pelayanan, termasuk juga dengan sistem pembayaran.

Dokter Bedah Bisa Terlibat Korupsi, jika Tak Paham Istilah Pembayaran
Dokter Bedah Bisa Terlibat Korupsi, jika Tak Paham Istilah Pembayaran (tribunnews batam/Anne Maria)

“Bicara pelayanan tentu bicara uang. Ada sistem pembayaran yang baru paska keberadaan JKN dan BPJS. Istilah-istilah kapitasi, INA-CBG, ini masih banyak belum dikenal oleh para dokter,” kata Ali Gufron.

Jangan sampai ketidaktahuan para dokter mengenai istilah dan sistem pembayaran baru tersebut, mengakibatkan dokter yang tidak memiliki niat melakukan korupsi malah terseret kasus korupsi.

“Jangan sampai dokter bermasalah karena persepsi, pengertian, dan nomenklaturnya belum sama. Karena uang yang masuk dari JKN dan BPJS ini bukan sedikit. Tahun ini saja nilai yang masuk dari JKN BPJS itu sekitar Rp38-Rp40 triliun. Pemanfaatan uang itu yang benar-benar perlu diketahui,” katanya.

Selain sosialisasi, menurut Ali Gufron, perlu juga masa transisi bagi para dokter untuk memahami sistem maupun istilah pembayaran baru terkait JKN dan BPJS.

“Makany ini dibahas denga mengundang KPK. Jadi dokter juga bisa memahami. Setelah mengetahui, kami yakin juga mereka membutuhkan waktu untuk transisi. Karena ini memang melibatkan uang yang banyak. Jangan sampai karena belum paham, kemudian belum ada masa transisi, malah dikatakan jadi sebuah temuan. Ujung-ujungnya dokter dipenjara dan ini jadi masalah serius yang berdampak juga ke masyarakat,” tutur Ali Gufron.

Di tempat yang sama, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan yang turut membuka kegiatan itu menyatakan semoga kegiatan itu mampu menjadi motivasi bagi para dokter untuk bekerja lebih profesional lagi.

“Wamen tadi benar, mungkin ada masalah disebabkan karena nggak tahu, makanya perlu penjelasan. Pemko sangat respeklah dengan acara ini,” ucap Dahlan.

 

Sumber: Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria