Nasional

Dua Mahasiswi Indonesia Di Turki Dapatkan Akses Kekonsuleran

JAKARTA, KOMPAS.com – Dua orang mahasiswi yg ditangkap di Turki dikabarkan sudah mendapatkan akses perwakilan kekonsuleran bagi mendampingi keduanya. Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M Fachir menyatakan akses kekonsuleran tersebut dikerjakan agar beberapa orang mahasiswi yg ditangkap di Turki tersebut mampu mendapatkan pendampingan seandainya diperlukan.

“InsyaAllah telah mendapatkan akses konsuler dan kalau memang diperlukan pendampingan mulai dikerjakan pendampingan, seperti itu,” ujar Fachir di Atrium Senayan City, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Fachir menjelaskan pihak KBRI terus melakukan komunikasi dengan otoritas Turki agar kedua mahasiswi Indonesia mendapat perlindungan di negara tersebut.

“Yang jelas baik perwakilan kami di sana itu terus komunikasi dengan otoritas setempat,” lanjut Fachir.

Sebelumnya, beberapa orang mahasiswi Indonesia dikabarkan ditangkap oleh aparat keamanan Turki.

(Baca: Ibu Mahasiswi yg Ditangkap di Turki Jatuh Sakit karena Cemas)

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, kedua WNI tersebut ditangkap sejak 11 Agustus 2016 di rumah tinggalnya di kota Bursa, Turki. Identitas kedua mahasiswi tersebut adalah DP yang berasal Demak dan YU yang berasal Aceh.

“Beberapa upaya telah dikerjakan KBRI Ankara bagi memberikan perlindungan kepada keduanya,” kata Iqbal dalam informasi tertulisnya, Jumat (19/8/2016).

Iqbal menjelaskan, pada 12 Agustus 2016, staf KBRI Ankara sudah mendatangi kepolisian Bursa buat meminta akses kekonsuleran. Pada tanggal 15 Agustus, KBRI mengatakan nota kepada Kemenlu Turki yg meminta klarifikasi dasar penangkapan tersebut.

(Baca: Pemerintah Desak Turki Jelaskan Alasan Penangkapan Dua Mahasiswi Indonesia)

Selanjutnya, pada 16 Agustus 2016, KBRI Ankara mendatangi Pengadilan Bursa bagi bertemu dengan jaksa penuntut. Langkah ini buat mengantisipasi seandainya nantinya masalah tersebut masuk ke pengadilan.

KBRI telah memastikan bahwa kedua mahasiswa itu didampingi pengacara. Segera setelah mengetahui penangkapan itu, KBRI juga sudah menghubungi keluarga kedua mahasiswa buat mengatakan kejadian tersebut.

Iqbal menambahkan, hingga ketika ini belum diperoleh pemberitahuan resmi mengenai tuduhan apa yg disangkakan terhadap kedua mahasiswi itu. Diperoleh penjelasan bahwa semula keduanya tak termasuk target penangkapan.

“Namun, ketika aparat keamanan melakukan penangkapan di salah sesuatu rumah yg dikelola Yayasan Gulen, kedua mahasiswa ada di rumah tersebut dan mengakui bahwa mereka berdua memang tinggal di rumah tersebut,” kata Iqbal.

Kompas TV 2 Mahasiswi Indonesia Ditangkap Petugas Turki

Sumber: http://nasional.kompas.com