Nasional

Fadli Zon: Penegak Hukum Harus Netral, Jangan Berpihak Kepada Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengimbau agar kepolisian bersikap netral dalam menanggapi laporan terhadap pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yg menyitir Surat Al Maidah ayat 51.

Menurut Fadli, seharusnya kepolisian memproses segala laporan terkait pernyataan Ahok tersebut. 

Baik pelaporan terhadap Buni Yani yg dianggap menyebar video Ahok, maupun yg meminta agar Ahok diproses.

“Seharusnya aparat penegak hukum bersikap netral dan wajar jangan berpihak kepada Ahok,” kata Fadli, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Menurut politisi Partai Gerindra itu, polisi harus adil dalam menindaklanjuti permasalahan ini.

(Baca: Polisi Terima 8 Laporan terhadap Ahok)

Bagi Fadli, yg memancing kegaduhan adalah Ahok.

Fadli mengatakan, apa yg dikerjakan Buni Yani yaitu satu yg wajar karena pernyataan Ahok disampaikan secara terbuka dan dikonsumsi khalayak.

“Kalau Buni Yani diproses tetapi Ahok enggak, ini suatu persoalan menurut saya, dan pasti nanti Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat mulai panggil pihak kepolisian,” tutur Fadli.

Ahok diketahui sempat menyebut surat Al-Maidah ayat 51 ketika kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Saat itu, dia menyatakan tak memaksa warga Kepulauan Seribu bagi memilih dirinya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ucapannya ini dianggap dua pihak sebagai penistaan agama. Namun, Ahok tak merasa demikian.

Ia justru balik menganggap orang-orang yg memanfaatkan Surat Al Maidah-lah yg sudah meninstakan agama.

Forum Anti Penistaan Agama (FUPA) melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke polisi atas perkara penistaan agama, Jumat (7/10/2016). Laporan itu masuk ke Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/4558/X/2016/PMJ/Dit Reskrimum.

Kompas TV Ahok Meminta Maaf kepada Umat Muslim

Sumber: http://nasional.kompas.com