Nasional

Fahri Hamzah Berharap Pimpinan PKS Bijak Dan Terima Kekalahan

JAKARTA, KOMPAS.com – Politisi Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah berharap perseteruannya dengan partai memasuki episode terakhir menyusul vonis PN Jakarta Selatan yg memenangkan gugatannya.

Hal itu disampaikan Fahri menanggapi rencana banding yg hendak dikerjakan DPP PKS.

“Napas dari kader PKS itu adalah mereka menginginkan Pimpinan PKS terutama yg aku gugat ini bertindak lebih arif dan bijaksana,” kata Fahri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/12/2015).

Fahri mengatakan, Pimpinan PKS yg sudah memecatnya diharapkan mengevaluasi keputusan pemecatan terhadapnya.

Para petinggi PKS yg memecatnya, kata Fahri, sebaiknya menerima putusan PN Jaksel dan langsung melakukan islah.

“Tidak boleh ada pandangan seolah partai pasti bena,r individu tak boleh benar atau salah, tak boleh seperti itu. Partai politik itu dapat saja salah,” lanjut Fahri.

Fahri menggugat sejumlah nama yg yaitu unsur pimpinan PKS.

Tergugat pertama adalah Dewan Pengurus Pusat PKS, secara khusus Mohamad Sohibul Iman selaku Presiden PKS.

Tergugat kedua adalah Hidayat Nur Wahid, Surrahman Hidayat, Mohamad Sohibul Iman, Abdi Sumaithi, dan Abdul Muiz Saadih. Masing-masing yaitu ketua dan anggota Majelis Tahkim PKS.

Fahri meminta pengadilan buat menetapkan dua hal, antara yang lain menyatakan tergugat I, II, dan III melakukan perbuatan melawan hukum, menyatakan seluruh keputusan tergugat II dan III terkait proses pemeriksaan, dan persidangan serta putusan pemberhentian kepada penggugat sebagai keputusan yg tak sah atau batal demi hukum.

Fahri juga meminta pengadilan menyatakan keputusan tergugat I Nomor 463/SKEP/DPPPKS/1437 tanggal 1 April 2016 tentang pemberhentian Fahri Hamzah dari anggota PKS sebagai keputusan yg tak sah atau batal demi hukum.

Terakhir, Fahri meminta pengadilan memerintahkan tergugat I, II, dan III buat merehabilitasi harkat, martabat, dan kedudukan penggugat, dan menghukum para tergugat membayar segala biaya masalah yg timbul atas kasus ini.

Sumber: http://nasional.kompas.com