Galaxy Note 7 Bakal “Dibunuh” Lewat Pembaruan Software Mematikan

KOMPAS.com — Jarang-jarang pabrikan smartphone ingin merilis update software yg bertujuan mematikan perangkatnya sendiri. Namun, itulah yg bakal dikerjakan oleh Samsung terhadap Galaxy Note 7 dalam waktu dekat.

Tepatnya, Samsung berencana “membunuh” Galaxy Note 7 yg masih belum dikembalikan oleh para pemilik di Amerika Serikat supaya tak dapat digunakan lagi.

Proses ini dikerjakan secara remote lewat update mematikan tadi. Begitu mengunduh pembaruan software, Galaxy Note 7 bakal dibuat tidak dapat melakukan charging sehingga mulai mati selamanya begitu kehabisan baterai.

“Mulai 15 Desember, Samsung mulai memodifikasi software bagi mencegah Galaxy Note mengisi baterai. Ponsel tidak mulai mampu dipakai lagi,” sebut Samsung dalam sebuah peringatan yg muncul di layar Galaxy Note 7 di AS.

Baca: Inikah Penyebab Pasti dari Rawan Terbakarnya Galaxy Note 7?

Nama Galaxy Note 7 beken di seantero dunia lantaran memiliki cacat produksi yg membuatnya rawan terbakar secara tiba-tiba. Karena inilah, Samsung kemudian menarik kembali (recall) perangkat itu dari pasaran global sebanyak beberapa kali, yakni pada awal September dan awal Oktober lalu.

Pemilik Galaxy Note 7 diwajibkan mengembalikan perangkatnya ke Samsung buat ditukar dengan perangkat yang lain atau refund. Meski ponsel itu jelas-jelas berbahaya dan mengancam nyawa, masih ada saja sebagian pemilik Galaxy Note 7 yg membandel dan tidak mau mengembalikan smartphone tersebut.
 
Di Amerika Serikat, misalnya, keterangan dari The Verge yg dirangkum KompasTekno, Jumat (9/12/2016), memamerkan bahwa baru 85 persen pemilik Galaxy Note 7 di AS yg mengembalikan perangkatnya, per 4 November lalu.

Artinya, masih ada sekitar 285.000 unit Galaxy Note 7 yg beredar di Negeri Paman Sam dan bersiap terbakar sewaktu-waktu.

Update software buat me-nonaktifkan kemampuan charging ini yaitu upaya terbaru Samsung bagi mematikan Galaxy Note 7 yg masih berkeliaran. Sebelumnya, raksasa elektronik Korea Selatan itu sempat merilis update software yg membatasi kapasitas charging hingga 60 persen.

Konsumen Indonesia terbilang aman dari bahaya Galaxy Note 7 karena perangkat tersebut keburu ditarik kembali sebelum sempat beredar di Tanah Air.

Baca: Samsung Sulap Galaxy Note 5 Jadi Galaxy Note 7

Sumber: http://tekno.kompas.com

You might like

About the Author: Editor Tim