Politik

Gerindra Klaim Bakal Diberi Tawaran 4 Kursi Menteri Dari Jokowi

Wacana reshuffle kabinet kerja jilid IV dikabarkan bakal dikerjakan Presiden Joko Widodo. Bukan cuma perombakan kabinet, rumor Partai Gerindra merapat ke pemerintahan juga kencang berembus. Bahkan mereka mengklaim bakal ditawari empat jatah kursi menteri dari Jokowi.

Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Dia mengklaim mendapat keterangan dari orang dekat Jokowi bahwa Partai Gerindra mulai ditawari empat pos kementerian, merupakan Menko Polhukam, Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kepala Staf Kepresidenan.

“Saya telah bisa info A1 dari orang dekat Pak Joko Widodo, bahwa Gerindra di tawarkan 4 posisi di pemerintahan merupakan Menkopolkam, Mentan, Menaker dan Kepala KSP,” kata Arief ketika dihubungi, Selasa (3/1).

Menurutnya, seandainya tawaran itu benar, DPP Partai Gerindra mulai menggelar pertemuan pimpinan. Rekomendasi pertemuan pimpinan mulai diserahkan kepada Prabowo buat diputuskan. Arief menegaskan segala kader partai mulai bersiap mematuhi instruksi Prabowo terkait keputusan ini.

“Untuk berkoalisi dengan pemerintahan Joko Widodo-JK yg pasti seluruh keputusan ada di tangan ketua dewan Pembina Gerindra. Kami sebagai anak buah tinggal ikut saja,” tegasnya.

Meski demikian, Arief menuturkan sebenarnya keinginan penting semua kader adalah mengantarkan Prabowo ke kursi nomor sesuatu di Indonesia bukan dengan gabung ke pemerintah.

“Kader Gerindra di bawah sejak gerindra berdiri tujuan hanya sesuatu merupakan mengantarkan Prabowo sebagai Presiden. Dan cuma menginginkan kader-kader Gerindra di pemerintahan kalau Presidennya Prabowo dan bukan Joko Widodo,” klaimnya.

Oleh sebab itu, semua kader dan loyalis mantan Danjen Kopassus ini tak sama sekali berminat ke pemerintahan Jokowi-JK. Merapatnya Gerindra ke pemerintah dianggap mampu menurunkan elektabilitas Gerindra dan Prabowo yg mulai diusung kembali menjadi calon Presiden 2019.

“Karena mulai berpengaruh negatif pada elektabilitas Partai dan Prabowo pada pemilu 2019, sebab awal 2018 telah tahun politik dan Gerindra akan memanaskan mesin mesin politik begitu juga dengan parpol lainnya,” pungkasnya.Baca juga:
Jokowi soal reshuffle: Enggak ada!
Mendadak berembus wacana reshuffle kabinet
Reaksi partai pendukung Jokowi berhembus kabar reshuffle bulan depan
NasDem tidak persoalan seandainya Jokowi reshuffle kabinet
Kabar reshuffle jilid IV, Gerindra tegaskan tetap di luar Istana
Mensesneg soal reshuffle: Evaluasi menteri dikerjakan selalu menerus

Sumber: http://www.merdeka.com