Tanjungpinang

Gubernur Bahas Kondisi Listrik Kepri Bersama Bappenas

info Tanjungpinang – Melalui dialog yang digelar oleh Kompas Media Group yang mengedepankan tema berupa Revitalisasi Keterbukaan Dan Pengembangan Kelistrikan Batam bertempat di Hotel Novotel Batam, Kamis 5 Februari 2015, Gubernur Kepri Muhammad Sani memaparkan kondisi listrik di Kepri hingga ke pelosok pulau terpencil. Dialog ini dihadiri Menteri Negara PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPENAS) RI Andrianof Chaniago, Deputi BKPM Bidang Perencanaan Tamba P Hutapea, Walikota Batam Ahmad Dahlan, Ketua BP Batam Mustofa Wijaya, Direktur Utama PLN dan Wakil Pimpinan Redaksi Kompas Ninuk Mardiana.

Dalam sambutannya Gubernur Kepri mejelaskan, persoalan listrik hampir terjadi disemua wilayah. Pun juga dengan persoalan listrik yang dihadapi Provinsi Kepri. Bila kita bicara kelistrikan di Batam, mungkin kota ini tidak terlalu bermasalah dengan listrik. Tapi tidak dengan daerah lain di Kepri.

Kabupaten Anambas dan Natuna adalah penghasil gas terbesar di Indonesia. Tapi berlimpahnya gas tidak berdampak pada ketersediaan pasokan listrik yang memadai. Ini karena, pasokan gas yang dihasilkan Natuna justru banyak mengalir ke luar negeri dalam hal ini di ekspor ke Singapura. Padahal banyak daerah di Kepri ini yang masih mengalami persoalan kelistrikan. Karenanya atas nama Pemerintah Provinsi Kepri, sudah meminta ke pemerintah pusat dalam hal ini langsung ke Presiden.

“Bahkan kepada dua Presiden sudah saya sampaikan. Dan jawaban yang kami terima akan segera dipenuhi permintaan gas dari Natuna untuk keperluan industri termasuk kelistrikan. Dan permintaan ini saat ini mulai ada titik terang, ” jelas Gubernur.

Titik terang karena jaringan penyaluran gas sepanjang kurang lebih 6 km ke Pulau Pemping agar bisa di koneksi. Dengan demikian suplai aliran gas bisa terus kita distribusikan ke Batam. Untuk selanjutnya dari Batam bisa kita suplai untuk berbagai keperluan industri termasuk listrik, jelas Gubernur.

Sedang Andrianof Chaniago menjelaskan, bahwa persoalan gas termasuk yang dihasilkan oleh Anambas tidak akan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri. Kalau orientasi kita, masih terus memprioritaskan pasokan gas untuk ekspor. Termasuk yang saat ini masih terjadi di Kepri, jelas Menteri BAPENAS. Potensi listrik yang besar di Indonesia sambung Andrianof, harus diimbangi dengan penyediaan pembangkit kelistrikan yang memadai. Karena ketersediaan listrik yang memadai akan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bila listrik tersedia dengan cukup, maka seluruh sektor industri akan bisa bergerak. Sehingga sektor ekonomi bisa berproduksi. Bila target pertumbuhan ekonomi nasional 7 persen, maka target itu bisa lebih besar. Salah satunya dukungan ketersediaan listrik yang memadai.

Sementara itu Deputi BKPM Tamba P Hutapea menjelaskan, BPKM memiliki target untuk periode 2015 sampai 2019 sebagai bagian dari target kerja. Dari target tersebut, termasuk satu yang jadi prioritas yakni kelistrikan. Sebagai badan yang bertugas untuk memberikan kemudahan dalam perijinan investasi, BKPM juga terus berupaya mempermudah berbagai proses perijinan investasi. Termasuk perijinan kelistrikan. Ada berbagai tahapan dalam perijinan kelistrikan. Meski begitu, dengan keterbukaan dan duduk bersama semua pihak baik itu pusat dan daerah, berbagai persoalan akan bisa terselesaikan. Termasuk investasi listrik ini, jelasnya.

Sedang Walikota Batam Ahmad Dahlan menjelaskan, Batam di bangun sebagai pusat perkembangan industri dengan 4 tujuan utama. Ke empat tujuaan yakni perdagangan, industri, pariwisata dan alih kapal. Dan Batam dengan kewenangan administasi lebih menekankan pada pembangunan kesejahteraan masyarakat. Sedang Ketua BP Batam Mustofa Wijaya lebih menekankan pada kelanjutan pembangunan infrasruktur dan investasi.

 

Sumber: Pemerintah Provinsi Kepri