Bintan Kepri

Gubernur Kepri Silaturahmi ke Kedai Kopi Hawai – Kabupaten Bintan

info Tanjungpinang – Kabupaten Bintan. Nongkrong di kedai kopi merupakan bagian dari kebiasaan yang membudaya di masyarakat Melayu di Bintan, bankan Kepulauan Riau pada umumnya. Diperhatikan sepintas, budaya semacam ini adalah budayanya orang malas yang sama sekali tidak menggambarkan budaya kompetitif, cerdas dan prestisius.

Namun hal itu ditepis jauh-jauh oleh Gubernur Kepri Drs. H. Muhammad Sani, kepada wartawan dia mengaku sudah puluhan tahun menjadi penggemar kopi bahkan kadang berjam-jam duduk hanya untuk menghabiskan kopi secangkir. Menurutnya melalui kedai ide-ide besar bisa lahir, meskipun terkadang ide itu muncul justru sambil berkelakar.

Gubernur Kepri Silaturahmi ke Kedai Kopi Hawai - Kabupaten Bintan“Saya sudah puluhan tahun ngopi dan nongkrong seperti ini. Bagi saya ini bukan budaya orang malas, tapi justru dari sinilah kita menjalin silaturahmi dan bisa saling memberikan ide-ide yang baik. Karena bagi saya ide itu datangnya tidak serta-merta dari rapat atau pertemuan formal saja, tapi dengan santai begini justri masyarakat tidak cangkung untuk memberikan masukan,” kata Gubernur saat menggelar ngopi bareng masyarakat di kedai kopi Hawai kabupaten Bintan, Minggu (13/4/2014).

info Tanjungpinang – Kabupaten Bintan. Sebagai putra Kepri yang berlatar belakang murni birokrat, Gubernur Muhammad Sani sebelumnya pernah ditugaskan sebagai camat di Kijang dimana kedai kopi Hawaii berada. Sejak tahun 80-an hingga saat ini, diakui Sani dari segi infrastruktur hingga jalan sudah banyak mengalami perubahan.

Dan satu hal yang tetap menjadi perhatian khusus adalah masalah air dan listrik. Dari waktu ke waktu kedua persoalan ini harus di upgrade terus, mengingat pertumbuhan pendudukanserta kebutuhannya juga beriringan pertumbuhannya. Sani tidak memungkirinya, banyak ide-ide besar, termasuk hingga ia bisa uduk sebagai Gubernur Kepri saat adalah diawali dari kedai Kopi.

“Makanya saya katakan, tidak ada maksud lain dari kegiatan ngopi yang saya lakukan pagi ini. Karena sejak puluhan tahun saya sudah melakukan ini, dan bersama orang-orang tua yang sekarang sebaya dengan saya ini. Dan ide-ide itu muncul begitu saja ketika kita sedang begini,” tegas Gubernur lagi.

Dari duduk ngopi, Gubernur Kepri juga menegaskan jika tidak ada persoalan di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan. Kuncinya adalah dengan silaturrahmi dan komunikasi. “Makanya saya selalu katakan, apapun permasalahannya selesai dengan silaturrahmi,” tutup Gubernur.

Dari kedai kopi Gubernur kemudian melanjutkan rekan-rekan seperjuangannya dulu yang sekarang cenderung tidak aktif karena fisiknya yang sudah lemah dan hanya bisa berdiam diri di rumah.

Sumber: Pemerintahan Provinsi Kepri