Tanjungpinang

Jembatan 1 dompak sudah mencapai 71 Persen

Info Tanjungpinang – Jembatan 1 dompak sudah mencapai 71 Persen. Gubernur Kepri HM Sani akhirnya bernafas lega. Cita-citanya agar mobil dinas gubernur bisa melintas di Jembatan 1 Dompak terwujud juga, Rabu (12/8) kemarin.

Jembatan 1 dompak sudah mencapai 71 Persen
Jembatan 1 dompak sudah mencapai 71 Persen

Meski jembatan belum tersambung dari kedua sisi, namun ia sudah bisa naik mobil dinasnya meninjau jembatan tersebut, kemarin. ”Kalau kemarin saya hanya bisa melihat dari bawah jembatan. Sekarang mobil sudah bisa naik. Alhamdulillah, keinginan saya tercapai juga,” ujar Sani.

Berdasarkan laporan kontraktor kepada Sani, progres pembangunan Jembatan 1 Dompak mencapai 71 persen hingga kemarin.
Manager Proyek PT Wijaya Karya (Wika), Adhi Priyanto selaku kontraktor pembangunan Jembatan 1 Dompak mengatakan, pembangunan jembatan terlambat 4 persen dari skedul yang direncanakan.

Hal itu dikarenakan pembangunan jembatan sempat terhenti sekitar 12 hari saat libur Lebaran lalu. Namun, Adhi Priyanto berjanji akan mengejar keterlambatan itu hingga November mendatang.

Kasi Pembangunan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan, Rodi Yantari ST mengatakan, pembangunan Jembatan 1 dilakukan dari dua sisi yakni arah depan Ramayana Mall dan arah Dompak.
Saat ini, jembatan yang sudah tersambung atau dicor mencapai 700 meter. Panjang jembatan tersebut 1,3 kilometer. Sisa jembatan yang belum tersambung sekitar 600 meter lagi.

”Sekitar 480 meter dari arah depan Ramayana dan sekitar 120 meter dari arah Dompak. November nanti tersambung. Harusnya Oktober sudah tersambung. Namun, karena libur Lebaran, jadinya tersambung November,” ujar Rodi saat menyampaikan laporan ke gubernur.
Sani berpesan agar pembangunan Jembatan 1 tersebut terus dikebut. Sehingga pembangunannya tidak terlambat.

”Akhir Agustus atau kapan-kapan nanti akan saya tinjau lagi. Bukan sebagai gubernur lho. Tapi sebagai tokoh masyarakat,” kata Sani sambil tertawa.

Saat itu, Rodi menjelaskan lebih rinci. Pembangunan bagian atas jembatan atau pengecoran dari arah Ramayana tinggal 12 span dan 1 span panjangnya 40 meter sesuai dengan panjang girder (balok).Waktu yang dibutuhkan untuk membangun 1 span sekitar 2 minggu.

”Seminggu untuk pemasangan girder. Seminggu untuk pemasangan besi dan pengecoran. Jadi satu span sekitar dua minggu mengerjakannya,” jelasnya.

Hal serupa juga dilakukan dari arah Dompak. Pengecoran dilakukan dari dua sisi. Satu sisi lima meter. Jika dua sisi 10 meter. Maka, dalam seminggu bisa siap 10 meter. Saat ini, dari 31 pier (tiang utama), tinggal Pier 6 (P6) dan P7 yang proses finishing. Akhirnya Agustus ini, P6 dan P7 rampung. Sedangkan, 29 pier lainnya sudah rampung. P 6 dan P7 merupakan tiang utama.

Kedua pier inilah yang menahan beban terberat jembatan tersebut karena berada di lokasi arus laut. Pier ini memiliki tiang pancang yang paling banyak. ”Karena beban beratnya tertumpu di dua pier ini,” bebernya.

Ia menjelaskan, pekerjaan saat ini sudah terukur karena tinggal finishing pier dan pengecoran lantai jembatan. Beda dengan pengerjaan awal saat pengeboran tiang pancang.

Satu pier ini ada yang memiliki 8 tiang pancang, ada yang 10 tiang pancang, 15 tiang pancang hingga 24 tiang pancang seperti P6 dan P7.
Untuk memasang satu tiang pancang mereka melakukan pengeboran dasar laut yang kedalamannya 20-25 meter. Jika satu pier membutuhkan 24 tiang pancang, mereka harus melakukan pengeboran sebanyak 24 titik.

Untuk mengecor satu tiang pancang, mereka harus menyambung dua tiang beton ke dasar laut (titik pengeboran). ”Untuk pengeboran saja paling banyak dapat 1 titik 1 hari,” kata menjelaskan pekerjaan awal jembatan itu.

Ia tidak menghitung pasti berapa banyak tiang pancang yang tertancap ke dasar laut sebagai pondasi utama jembatan tersebut. Namun, jumlahnya diperkirakan 300 unit lebih.

Setelah pengerjaan tiang pancang, kemudian dibangun konstruksi lainnya hingga rampung menjadi 1 pier. Inilah pekerjaan paling rumit yang mereka lalukan.Saat ini, pekerjaan rumit tersebut sudah rampung. Tinggal pengecoran lantai jembatan.

”Jadi pekerjaan saat ini sudah terukur. Kita sudah tahu satu minggu itu berapa meter yang bisa kita cor. Beda saat pengerjaan pier,” ungkapnya.

Ditambahkan Adhi Priyanto, saat ini yang menjadi kendala mereka adalah cuaca. Jika hujan terus, mereka akan kesulitan. Sebab, skedul pengerjaan adalah pengecoran lantai jembatan.

Jika hujan pagi hari, mereka akan menghentikan pekerjaan. Namun, jika hujan sudah reda, pengecoran akan dilanjutkan kembali. Jika hujan turun lagi, mereka akan menutup pengecoran itu dengan terpal.Setiap kali melakukan pengecoran panjangnya 40 meter atau 1 span dengan lebar 20 meter.

”Kita tutup semua. Kita sudah siapkan terpal penutupnya. Jadi tak ada waktu terbuang. Kita manfaatkan sebisanya,” terangnya.

Ketika ditanya apakah mereka menggunakan jasa pawang hujan apabila ternyata ke depan hujan turun terus tanpa henti? Adhy enggan menjawabnya. Ia malah tertawa saat itu.

”Kita pakai terpal aja nanti,” katanya singkat yang membuat gubernur ikut tertawa.

Dikawal BPKP
Pembangunan Jembatan 1 Dompak benar-benar dilakukan dengan safety terhadap masalah hukum. Rodi mengatakan, hingga pekerjaan selesai nanti, mereka akan didampingi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kanwil Kepri.

Selama beberapa pekan ini hingga beberapa pekan ke depan, BPKP Kepri akan mendampingi Dinas PU melakukan pengawasan di lapangan. Dari BPKP sendiri ikut turun ke lapangan.

”Agar tidak terbentur hukum ke depan, kita ikut rekomendasi mereka. Kita safety dari awal. Pokoknya, kita tak mau ada masalah hukum tentang pembangunan jembatan ini ke depan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kejati Kepri Sudung Situmorang mengingatkan dari awal agar pengerjaan Jembatan 1 Dompak termasuk proyek lainnya di Kepri agar dilakukan dengan benar sehingga tidak masuk ranah hukum.Rodi mengatakan, pihak Kejati memang ada niat turun ke lapangan untuk melihat progres pembangunan tersebut. Ia senang karena para penegak hukum mengawasi pembangunan Jembatan 1 Dompak.

”Pihak Kejati memang ada rencana mau turun ke lapangan. Namun mereka belum ada waktu,” tambahnya.

Rodi sendiri sejak pembangunan jembatan tersebut tetap tegas jika memang ada keterlambatan. Ia tidak main-main dengan aturan yang bisa menjadi masalah ke depan.Proyek pembangunan Jembatan 1 Dompak dibiayai dari APBD Pemprov Kepri dengan tahun jamak atau multiyears mulai 2014-2015. Kontrak kerja sama dengan PT Wika berakhir, 15 November 2015 nanti.

”Saya yakin rampung. Minimal finishing selesai akhir tahun,” ungkapnya. Meski progres pembangunan Jembatan 1 sudah 71 persen, namun pembayaran yang dilakukan Pemprov Kepri baru 62 persen. Pembangunan Jembatan 1 tersebut menghabiskan biaya sekitar Rp 312 miliar.

Namun untuk pembayaran akhir nanti, masih defisit sekitar Rp 18 miliar. Hal itu disampaikan langsung Rodi kepada gubernur. Mendengar itu, gubernur mengatakan akan dimasukkan di pembahasan APBD Perubahan nanti.

”Jangan lupa itu ya. Nanti di APBD Perubahan. Tetap kita bayar semuanya,” kata Sani kepada Sardison, Kabiro Administrasi Pembangunan Pemprov Kepri yang saat itu ikut mendampingi gubernur.

Peninjauan dilakukan Sani dari dua sisi yakni sisi Dompak dan sisi depan Ramayana Mall. Mobil Sani sudah bisa naik ke jembatan baik dari sisi Dompak maupun dari sisi depan Ramayana Mall.

Pantauan di lapangan, di sana terdapat banyak alat berat. Roller (alat pengangkat girder) juga sedang bekerja saat itu di atas jembatan. Girder itu hendak dipasang di Pier 21. Sedangkan P20 sudah dipasang girder dan sedang pemasangan besi untuk persiapan pengecoran. Alat berat lainnya seperti crane, mesin las, mesin genset dan peralatan lainnya terlihat di lokasi.

Sumber : Humas Provinsi Kepri