Nasional

Jika Diperlukan, Polisi Akan Periksa Marwah Daud Dalam Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi masih selalu mengembangkan beberapa perkara yg menjerat Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yakni dugaan pembunuhan dan penipuan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, polisi tidak menutup kemungkinan turut memeriksa orang dekat Dimas Kanjeng, yakni Marwah Daud.

Namun, polisi masih menggali informasi saksi atau tersangka sebelum menetapkan memeriksa Marwah.

“Akan dilihat dahulu penjelasan saksi atau tersangka, apakah Marwah Daud ada kaitannya dengan ini,” ujar Boy, di Kompleks PTIK, Jakarta Selatan pada Kamis (6/10/2016).

“Seandainya ada informasi yg sifatnya menjelaskan bahwa ada peran Marwah soal apa yg terjadi di padepokan, kita mulai jadwalkan pemeriksaan dia juga,” lanjut Boy.

Marwah adalah Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng.

Ia juga dikenal sebagai mantan Asisten Peneliti Bank Dunia bergelar doktor lulusan The American University Washington DC, Amerika Serikat.

Marwah pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum ICMI.

Namun, hingga ketika ini, Boy memastikan,penyidik belum memerlukan informasi Marwah Daud dalam penyidikan beberapa perkara tersebut.

“Paling tak hari ini aku belum menerima keterangan kapan mulai dipanggil. Tapi ya seandainya diperlukan dalam rangka konfirmasi, mulai dipanggil penyidik,” ujar Boy.

Boy mengatakan, penyidik masih membutuhkan informasi dari orang-orang dekat Dimas Kanjeng.

Terutama, soal dugaan penipuan melalui modus penggandaan uang. Apalagi, penyidik belum menemukan barang bukti tumpukan uang yg diunggah Dimas Kanjeng di ‘Youtube’.

Diberitakan, polisi ketika ini tengah mengusut masalah pembunuhan terhadap beberapa mantan santri padepokan Taat Pribadi.

Diduga, pemilik padepokan itu yaitu otak pembunuhan tersebut.

Selain itu, polisi juga menyelidiki laporan masyarakat yg merasa tertipu oleh Taat Pribadi.

Modus penipuan itu yakni meyakinkan korban bahwa dirinya mampu menggandakan uang.

Kompas TV Kematian Tak Wajar Korban Dimas Kanjeng

Sumber: http://nasional.kompas.com