Nasional

Jokowi Didesak Bentuk Tim Baru Untuk Usut Kasus Pembunuhan Munir

JAKARTA, KOMPAS.com – Aktivis Komite Aksi Solidaritas buat Munir (Kasum), M Islah, mendesak Presiden Joko Widodo membentuk tim baru guna mengusut perkara pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Menurut dia, temuan Tim Pencari Fakta yg dibentuk Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, belum berhasil mengungkap siapa auktor intelektualis di balik perkara pembunuhan itu.

“Bentuk tim kepresidenan. Pembunuhan Cak Munir adalah pembunuhan sempurna. Tidak cuma menghilangkan nyawa (yang) dikerjakan secara profesional, namun juga menutup perkara ini hingga tahun ke-12 dengan berbagai cara,” kata Islah ketika memberikan informasi di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Minggu (30/10/2016).

(Baca juga: Aktivis HAM Pertanyakan Rekaman Percakapan Pollycarpus dan Muchdi PR soal Munir)

Dalam masalah tersebut, kata dia, masih ada bukti yg hingga kini keberadaannya belum terungkap ke publik, merupakan rekaman percakapan antara mantan Deputi V BIN Muchdi PR dengan mantan pilot Garuda Indonesia, Pollycarpus Budihari Priyanto.

Adapun Pollycarpus yaitu eksekutor pembunuhan Munir. Sebelum Munir tewas, terdapat 41 kali komunikasi percakapan antara Pollycarpus dengan Muchdi.

Hal itu diketahui dari call data record pada ponsel Pollycarpus. Terkait perkara ini, Polly divonis 14 tahun penjara.

Ia kemudian bebas bersyarat pada 28 November 2014, atau setelah menjalani vonis 8 tahun 11 bulan.

Menurut Islah, keabsahan bukti tersebut ketika itu diakui mantan Kabareskrim, Komjen Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri; mantan Kapuspenkum Kejagung, Jasman Panjaitan; dan Direktur Prapenuntutan pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejagung, Suroso.

“Rekaman itu sampai ketika ini belum pernah dimunculkan sebagai dokumen hukum,” ujar dia.

(Baca juga: Dokumen TPF Hilang, Imparsial Anggap Munir Jadi Korban Operasi Rahasia)

Ia menambahkan, tim pengusut masalah tersebut perlu diberi mandat kuat dan independen agar pengusutan masalah pembunuhan itu mampu menyasar ke auktor intelektualis di balik tewasnya Munir.

“Tanpa mandat kuat dan independen, masalah ini mulai sulit diungkap. Presiden Jokowi harus langsung membentuk tim ini,” kata dia.

Kompas TV Di Balik Kasus Kematian Aktivis HAM Munir

Sumber: http://nasional.kompas.com