Nasional

Jokowi: Serupiah Pun Akan Saya Urus Kalau Pungli!

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo menegaskan, kehadirannya di Kementerian Perhubungan ketika operasi tangkap tangan (OTT) yg dikerjakan kepolisian dua waktu lalu, jangan dilihat dari nilai uang suapnya.

Pernyataannya ini merespons berbagai kalangan yg menilai langkah yg dikerjakan Jokowi terlalu berlebihan.

Presiden dianggap tidak perlu turun ke lapangan bagi mengurusi pungutan liar dengan nominal berjumlah kecil.

“Bukan persoalan uangnya,” ujar Jokowi, dalam acara “Satu Meja” yg ditayangkan Kompas TV, Senin (17/10/2016) malam.

“Jangan terus mengaitkan dengan, oh Presiden mengurusi yg kecil-kecil. Tidak. Semuanya pasti mulai aku urus, serupiah pun mulai aku urus kalau persoalan pungli,” lanjut dia.

Jika perlu, kata Jokowi, dia berniat turun segera ke kantor kelurahan, Badan Pertanahan Negara (BPN), dan Samsat Polri.

(Baca: Ini Modus Pungli Oknum Polisi yg Harus Diwaspadai)

Jokowi ingin memantau apakah masih ada pungli, sekecil apapun, di loket-loket pelayanan publik tersebut.

“Meski kecil-kecil, cuma Rp 10.000, Rp 50.000, tetapi menjengkelkan dan meresahkan masyarakat. Saya mulai datangi kalau memang di situ ada indikasi yg tak baik,” ujar Jokowi.

Lagipula, anggapan bahwa nilai pungutan liar yg kecil dinilainya tak sepenuhnya benar.

Bisa jadi, aksi pungutan liar di sejumlah kantor pemerintahan yg sudah berlangsung puluhan tahun telah mencapai puluhan triliun besarnya.

“Hitungannya memang kecil. Hanya Rp 10.000, Rp 50.000 Rp 100.000, Rp 1 juta. Tapi hampir di seluruh kantor itu ada. Di pelabuhan ada, di rumah sakit ada, di jalan raya juga ada. Kalau mau dihitung dari Sabang sampai Merauke, ya dapat puluhan triliun,” ujar Jokowi.

Jokowi juga sudah membentuk ‘Saber Pungli’ alias Sapu Bersih Pungutan Liar yg dikomandoi oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Jokowi menegaskan, tim itu mulai konsisten dalam melaksanakan operasi pemberantasan pungli di penjuru Indonesia.

“Harus ada konsistensi. Jangan sampai hanya anget-anget tai ayam. Sekali lagi harus ada konsistensi,” ujar Jokowi.

Masa tuga Tim Saber Pungli tak dibatasi.

Jokowi menyebut, tindakan pungli telah mengakar dan sulit diberantas sehingga diharapkan konsistensi tim mulai perlahan-lahan menyelesaikan hal itu.

Ke depan, seiring dengan tim Saber Pungli bekerja, pemerintah mulai menyempurnakan perangkat teknologi yg bakal digunakan sebagai basis semua pelayanan publik di penjuru Tanah Air.

“Ini kan eranya IT, mestinya semuanya harus berbasis pada IT. Yang online, yg tak mengharuskan orang berhadap-hadapan, yg harus membayar melalui banking system, aku kira arahnya ke sana semuanya,” ujar Jokowi.

Kompas TV Pemerintah Akan Bentuk Tim Berantas Pungli

Sumber: http://nasional.kompas.com