Nasional

Kasus E-KTP, Nazaruddin Ungkap Kemungkinan Ada Dirjen Jadi Tersangka

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, sudah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (29/9/2016).

Ini yaitu hari ketiga, setelah dia diperiksa secara berturut-turut sejak Selasa (27/9/2016).

Nazaruddin diperiksa terkait perkara dugaan korupsi proyek pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Usai pemeriksaan, Nazaruddin mengaku diperiksa buat beberapa tersangka. Padahal, KPK baru memutuskan sesuatu tersangka dalam perkara itu. 

Nazaruddin bahkan mengungkap kemungkinan nama baru yg mulai dijadikan tersangka oleh KPK.

“Ya PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), sama Dirjen,” kata Nazaruddin di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Pejabat pembuat komitmen dalam pengadaan paket penerapan e-KTP di tahun anggaran 2011-2012 adalah Sugiharto.

Sugiharto ketika itu menjabat sebagai Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. KPK sudah memutuskan Sugiharto sebagai tersangka.

Namun, belum diketahui Dirjen yg dimaksud oleh Nazaruddin. Hingga ketika ini, KPK belum memutuskan tersangka baru.

Sebelumnya, Nazaruddin menuturkan sudah banyak perkembangan dan barang bukti yg sudah dikumpulkan oleh KPK. Menurut dia, tinggal menunggu waktu hingga KPK mengumumkan kepada publik.

“Mudah-mudahan sebentar lagi diumumkan,” ucapnya.

(Baca: Nazaruddin: KPK Mau Cepat-cepat Ada Tersangka Baru Kasus E-KTP)

Kompas TV Blangko e-KTP Kosong, Antrean Warga Membludak

Sumber: http://nasional.kompas.com