Tanjungpinang

Kepri Dan Korea Tingkatkan Kerjasama

info Tanjungpinang – Antara Pemerintan Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia dan Pemerintah Provinsi Gyeongsangnam-Do, Republik Korea Selatan saling menandatangi MoU guna meningkatkan kerjasama yang selama ini sudah terjalin. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Muhammad Sani dan Wakil Gubernur Gyeongsangnam- Do Yoon’ Hang Hong di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (10/2/2015).

Hadir pada kesempatan ini ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Sekdaprov Kepri Robert Iwan Loriaux, Bupati Bintan Ansar Ahmad serta sejumlah kepala SKPD dan pimpinan FKPD. Pada kesempatan ini, Gubernur Kepri Muhammad Sani menyampaikan terimakasihnya dan menyambut baik kunjungan rombongan dari Provinsi Gyeongsangnam-Do ini. Dan kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan yang sebelumnya, muhammad Sani dan jajarannya terlebih dahulu melakukan kunjungan ke sana.

“Mudah-mudahan kunjungan balasan ini membuat hubungan yang sudah terjalin antara Kepri dan Gyeongsangnam selama ini lebih erat lagi. Dan dengan MoU yang sudah pernah kita lakukan dan yang akan kita lakukan ini bisa membawa dampak yang lebih baik bagi kedua belah pihak, baik dalam hal ekonomi, pendidikan, dan sebagainya,” kata Sani.

Adapun sebagai wujud kerjasama yang sudah dilakukan antara kedua negara selama ini adalah masalah ketenaga kerjaan. Yang mana sejauh ini Kepri sudah mengirim tenaga kerja untuk belajar di Korea yang biayanya ditanggung oleh Pemerintah Gyengsangnam. Antara Kepri dan Gyeongsangnam sendiri banyak sekali persamaannya. Termasuk bidang kemaritimannya. Dan persamaan tersebut diharap bisa menjadi pendorong kedua negara saling bekerja sama yang bisa membawa keuntungan bagi kedua belah pihak, dalam bidang apapun itu.

” Kepri ini 96 persen laut dan hanya 4 persen daratnya. Maka dari itu kita akan lebih intens membicarakan kerjasama untuk membangun budang mariti. Dan ini akan lebih mudah kita lakukan karena hubungan Kepri dan Korea sudah terjalin cukup baik,” kata Sani.

Saat ini, Korea adalah urutan negara ke-5 yang warganya banyak berkunjung ke Kepri, khususunya Lagoi. Hal ini mengalami penurunan karena sebelumnya berada diurutan ke-3 setelah Singapura dan Malaysia. Dan banyak pasangan yang baru nikah di Korea memilih bukan madu ke Bintan.

“Dengan kerja sama ini, semoga pemerintah Korea bisa membantu mempromosikan Bintan ke warganya. Sehingga bisa lebih banyak lagi warga Korea yang berkunjung ke Bintan,” ujar Sani lagi dan disambut tepuk tangan undangan.

Diakui Sani, sejauh ini akses ke Bintan masih baru bisa diakses menggunakan veri, sehingga terasa agak sulit. Namun Sani berjanji jika Pelabuhan Internasional di Busung sudah selesai, akses ke Bintan bisa lebih mudah dan cepat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gyeongsangnam Yoon’ Hang Hong mengaku senang atas sambutan yang dilakukan dengan ramah oleh pemerintah Provinsi Kepri.

“Sebelumnya Gubernur Kepri telah berkunjung ke kami, dan kunjungan itu sangat penting bagi kami. Kerjasama yang kita lakukan ini baru kita mulai, ibarat kita baru menanam pohon yang kecil. Namun jika pohon itu kita rawat dengan baik, nantinya akan membawa hasil yang besar,” kata Yoon’ Hang Hong.

Menurut Hong, Kepri sudah terutama Bintan sudah terkenal di Korea. Sehingga banyak warganya yang berkunjung ke Bintan untuk sekedar melakukan rekreasi, terutama para pasangan yang sedang berbulan madu. “Jarak antara Gyeongsangnam ke Kepri sangat jauh dengan jarak sekitar 5000 kilometer. Namun hal itu bukan masalah bagi kami untuk datang kesini dan saling melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri,” pungkasnya. (Humas