Nasional

Ketua DPR Bakal Panggil Semua Ketua Fraksi Bahas Kehadiran Legislator

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin mengaku langsung mengundang seluruh pimpinan fraksi pada masa awal persidangan kedua Dewan Perwakilan Rakyat 2016-2017 bagi membahas sejumlah poin penting. 

Persidangan kedua Dewan Perwakilan Rakyat mulai dimulai pada Rabu (16/11/2016). 

Menurut Ade, salah sesuatu yg mulai dibahas berkaitan dengan persentase kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat yg kian menurun dari masa sidang pertama.

(Baca: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Makin Malas)

“Kami mulai diskusi keras soal itu. Mungkin juga MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) mulai aku undang buat cari jalan keluar bagaimana persoalan ini mampu diselesaikan oleh kami secara sistematis,” kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Ade menambahkan, solusi terkait kian rendahnya kehadiran legislator adalah sistem yg mengikat. Hal itu juga mulai dibahas pada meeting nanti.

“Yang pasti harus ada jalan keluar,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, presensi anggota Dewan dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat cuma berkisar 42 persen.

Hal tersebut mengacu pada daftar hadir masa sidang pertama tahun 2016-2017 (periode 16 Agustus hingga 28 Oktober 2016).

Berdasarkan data yg dihimpun WikiDPR, dari total 11 meeting paripurna yg digelar pada masa sidang tersebut, rata-rata kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat adalah 41,79 persen dari total 560 anggota.

Rinciannya, Partai Hati Nurani Rakyat (kehadiran rata-rata 50 persen), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (45,87 persen), Partai Golkar (43,96 persen), Partai Gerakan Indonesia Raya (43,84 persen), dan Partai Demokrat (40,98 persen).

(Baca: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gelisah Kehadiran Anggota pada Sidang Paripurna di Bawah 50 Persen)

Kemudian, Partai Keadilan Sejahtera (40 persen), Partai Amanat Nasional (39,58 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (36,17 persen), Partai Nasdem (36,11 persen), serta Partai Persatuan Pembangunan (35,9 persen).

Angka kehadiran rata-rata pada masa sidang pertama 2016-2017 menurun dari dua masa sidang berikutnya.

Misalnya, pada masa sidang ketiga periode 2015-2016 (11 Januari hingga 18 Maret 2016) sejumlah 53 persen, masa sidang keempat periode 2015-2016 (6 April hingga 29 April 2016) sejumlah 55 persen, serta masa sidang kelima (17 Mei hingga 28 Juli 2016) sejumlah 45 persen.

Sumber: http://nasional.kompas.com