Nasional

Ketua PP Muhammadiyah Anggap Gatot Jadi Panglima TNI Di Era Sulit

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menilai, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI di era yg sulit.

Hal tersebut diungkapkan Anwar ketika Gatot menyambangi Kantor PP Muhammadiyah buat menjadi narasumber pada diskusi bertajuk “Meruwat Indonesia, Menjaga NKRI” di Kantor PP Muhammadiyah, Rabu (28/12/2016).

“Pak Panglima menjadi Panglima di ketika situasi bangsa dan negara ini menurut aku dalam posisi yg sangat sulit,” kata Anwar.

Salah sesuatu kesulitan yg dihadapi Indonesia merupakan di bidang ekonomi. Ia menganggap, pemerintah kurang memberikan perhatian kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, dibandingkan dengan para pengusaha besar.

(Baca: Pemuda Muhammadiyah Serukan Radikalisme dan Antitoleran terhadap Korupsi)

Kontribusi UMKM terhadap sektor ekonomi, menurut dia, lebih dari 60 persen. Sementara, kontribusi pengusaha besar yg jumlahnya cuma dua persen, tak kurang dari 40 persen.

“Hanya sesuatu persen yg menguasai ekonomi negeri ini. Kondisi ini memamerkan budaya yg tak berkeadilan dan Panglima hadir di situasi seperti ini,” ujarnya.

Anwar juga menyoal munculnya isu rasial yg mengemuka selama dua waktu terakhir. Kondisi itu bisa membahayakan keutuhan NKRI apabila tak langsung diatasi.

“Bahasa rakyat berbeda dengan bahasa pemerintah, polisi dan TNI. Mereka milik bahasa dan cara tersendiri,” kata dia.

(Baca: Jokowi Minta Muhammadiyah Dakwah lewat Medsos)

Di samping itu, ia juga mengingatkan, agar pemerintah bisa menjamin pemerataan pembangunan demi pemerataan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Pemerintah harus bisa menghentikan pandangan masyarakat bahwa konsentrasi pembangunan cuma berpusat di Pulau Jawa.

Sumber: http://nasional.kompas.com