Nasional

KPK Imbau Eddy Sindoro Segera Kembali Ke Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengetahui keberadaan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro.

Eddy ketika ini tengah berada di luar negeri.

“KPK mengetahui (keberadaan Eddy Sindoro),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (28/12/2016).

Meski demikian, KPK belum menetapkan bagi melakukan penjemputan paksa terhadap Eddy.

Menurut Febri, KPK memberikan kesempatan kepada Eddy bagi menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum dalam perkara yg menjeratnya.

“KPK masih mengimbau agar Eddy kembali ke Indonesia. Bisa belajar dari apa yg telah dikerjakan Fahmi Dharmawansyah,” ujar Febri.

(Baca: KPK Tetapkan Eddy Sindoro sebagai Tersangka)

KPK sudah memutuskan mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, sebagai tersangka.

Eddy diduga terlibat dalam masalah suap kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Atas perbuatannya, Eddy Sindoro disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK sudah memutuskan pegawai Lippo Group, Doddy Aryanto Supeno dan panitera PN Jakarta Pusat, Eddy Nasution, sebagai tersangka.

Keduanya juga sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Edy Nasution didakwa menerima sejumlah uang terkait pengurusan sejumlah kasus dua perusahaan di bawah Lippo Group, yg ditangani di PN Jakarta Pusat.

Dalam persidangan, terbukti bahwa suap tersebut dikerjakan atas persetujuan dan arahan dari Eddy Sindoro.

Meski demikian, hingga ketika ini Eddy Sindoro belum pernah diperiksa oleh penyidik KPK.

Eddy terus mangkir dalam setiap jadwal pemeriksaan yg diagendakan.

Sumber: http://nasional.kompas.com