Bintan Kepri

KUA, PPAS Perubahan APBD 2015 diTetapkan Pemda dan DPRD Bintan

Info Tanjungpinang – KUA, PPAS Perubahan APBD 2015 diTetapkan Pemda dan DPRD Bintan. Sebagaimana diketahui, perjalanan APBD  Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2015 mengalami dinamika dimana porsi alokasi Dana Perimbangan Pemerintah Pusat yang merupakan salah satu sumber pendanaan berkurang sehingga berdampak pada besaran defisit anggaran belanja pada tahun berjalan. Hal ini tentu menimbulkan resiko terhadap kewajiban Pemerintah Daerah.

KUA, PPAS Perubahan APBD 2015 diTetapkan Pemda dan DPRD Bintan
KUA, PPAS Perubahan APBD 2015 diTetapkan Pemda dan DPRD Bintan

Pada Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bintan, Rabu (16/9), dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakan bersama Kepala Daerah Kabupaten Bintan terhadap Rancangan Kebijakan Umum (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam laporan Badan Anggaran DPRD Bintan yang dibacakan Sekretaris Badan Anggaran DPRD Bintan, Agusnawarman, M.Si dikatakan bahwa belanja transfer pemerintah mengalami penurunan sebesar 1 persen dari APBD Tahun Anggaran 2015. Dengan demikian pemerintah harus melakukan penyesuaian terkait dengan transfer dana daerah tersebut.

“Secara proporsional penerimaan APBD Tahun Anggaran 2015 yang bersumber dari Dana Perimbangan juga mengalami penurunan,” kata Agusnawarman.

Oleh karena itu, dalam kerangka perencanaan dan penganggaran daerah yang merupakan proses kunci penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah dimana Pemerintah Daerah memiliki kewajiban menyusun perencanaan pembangunan dan penganggarannya.

Secara umum asumsi dasar kebijakan pada Perubahan APBD Tahun 2015 mengalami perubahan, terutama pemenuhan terhadap defisit belanja melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dan efisiensi belanja daerah melalui refocusing ke kegiatan yang lebih prioritas sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD.

“Maka perlu dilakukan perubahan APBD dalam rangka sinergitas dan konsistensi kebijakan pembangunan agar pembangunan akan selalu dinamis sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan yang diharapkan,” jelasnya.

Dalam merespon kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bintan melakukan berbagai langkah strategis untuk mengurangi defisit yang terjadi sehingga visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan daerah tetap tercapai.

“Langkah strategis pemerintah mencakup efisiensi belanja kegiatan maupun penundaan kegiatan yang memprioritaskan kegiatan dengan mempertimbangkan ketercapaian kegiatan itu sendiri,” ujar Penjabat Bupati Bintan, Doli Boniara dalam sambutannya.

Dijelaskan Doli, dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2015 proyeksi pendapatan sebesar 881,41 milyar rupiah lebih yang bersumber dari PAD sebesar 176,10 milyar rupiah lebih, Dana Perimbangan sebesar 528,65 milyar lebih serta pendapatan daerah lain yang sah sebesar 176,65 milyar lebih.

Belanja daerah pada Perubahan APBD Tahun 2015 sebesar 1,007 triliun rupiah terdiri dari belanja tidak langsung sebesar 496,38 milyar rupiah lebih dan belanja langsung sebesar 511,14 milyar rupiah lebih. Dalam perubahan APBD Tahun 2015 penerimaan pembiayaan diproyeksikan sisa lebih perhitungan anggaran sebesar 121,76 milyar rupiah lebih.

Dari komposisi pendapatan dan belanja tersebut, tambah Doli, defisit anggaran 2015 sebesar 126,115 milyar lebih. Sedangkan dari penerimaan dan pengeluaran pembiayaan tersebut, kemampuan pembiayaan netto sebesar 121,76 milyar lebih sehingga secara struktur sisa lebih perhitungan anggaran tahun berkenaan defisit sebesar 4,35 milyar rupiah lebih.

Rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan PPAS Kabupaten Bintan Tahun 2015, telah melalui tahapan pembahasan yang secermat-cermatnya baik antara Tim Anggaran Pemerintah daerah dan Badan Anggaran DPRD maupun antara Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan Tim  Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran DPRD.

“Adapun pembahasan yang dilakukan bertujuan untuk mencapai kesamaan pandangan dalam menyikapi perubahan kondisi agar pembangunan daerah yang kita laksanakan dapat terwujud dan berkelanjutan.

Sumber : Humas Bintan