Nasional

Lamborghini Vs Ferrari Dalam Sidang Jessica Dan Dokumen Pembunuhan Munir, Ini Berita Kemarin Yang Patut Anda Simak

PALMERAH, KOMPAS.com – Dua merk mobil balap disebut-sebut dalam sidang perkara pembunuhan Mirna. Keduanya dipertaruhkan buat mempengaruhi persidangan.

Kisah mobil Lamborghini dan Ferrari itu menjadi salah sesuatu berita yg menonjol pada hari Jumat (21/10/2016).

Berita yang lain yg juga menarik adalah penolakan pengunjuk rasa terhadap Ahok yg mulai meresmikan RPTRA. Mereka mulai menerima siapa pun yg datang, kecuali Ahok.

Hal yang lain yg patut disimak adalah usaha pencarian dokumen pembunuhan Munir oleh Jaksa Agung yg kabarnya diterima oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Berita selanjutnya adalah soal penggabungan beberapa raksasa rokok dunia dan penemuan planet berselimut es di tata surya kita.

Mari kami simak 5 berita kemarin yg sebaiknya tak Anda lewatkan:

1. Lamborghini vs Ferrari di Sidang Jessica

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin ketika menyaksikan sidang saksi ahli terkait perkara pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2016). Jessica yaitu terdakwa perkara pembunuhan Mirna dengan dugaan menaruh zat sianida ke dalam kopi yg diminum Mirna di Cafe Olivier, Grand Indonesia, Januari lalu.

Menyusul pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yg rela menghadiahkan mobil Lamborghini miliknya, ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin, juga bersiap menghadiahkan mobil Ferrari baru punya dia.

Hotman bakal memberikan mobilnya pada orang yg bisa membujuk saksi ahli perkara kematian Wayan Mirna Salihin mencabut pernyataannya. Sedangkan Darmawan di sisi lainnya mulai menghadiahkan Ferrari seandainya Amir Papalia tiba dan bersaksi memberikan keterangannya.

Baca:  Alasan Hotman Paris Pertaruhkan Mobil Lamborghini pada Kasus Jessica

Sayembara ini terkait informasi Jessica Wongso yg menyebut Papalia, wartawan yg bertugas di Divisi Hukum Kepolisian Indonesia, mengaku melihat suami Mirna, Arief Soemarko, memberikan uang kepada barista Kafe Olivier, Rangga Saputra, sebelum Mirna tewas.

“Kalau si Hotman Paris dia sayembara Lamborghini yg ketabrak itu, aku kasih Ferrari aku deh yg baru. Suruh tunjukin Amir, buktiin kalau memang si Arief ngasih duit Rp 140 juta. Ngomong enak aja,” kata Darmawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

2. Resmikan RPTRA, Ahok Dihadang Pengunjuk Rasa

Alsadad Rudi Pimpinan pengunjuk rasa (bersorban) di Jalan Tebet Barat Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2016) pagi, tampak bernegosiasi dengan aparat kepolisian. Mereka meminta agar diizinkan mendekat ke lokasi ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) yg tengah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pengunjuk rasa menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Jalan Tebet Barat Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2016) pagi.

Mereka menyatakan cuma menolak Ahok secara personal dan tidak mempermasalahkan pejabat lainnya yg datang. Pernyataan itu disampaikan salah sesuatu pimpinan pengunjuk rasa, Syakir. Ia menyatakan penolakan terhadap Ahok disebabkan karena Ahok dinilai sudah melecehkan ajaran agama.

“Mau wali kota silakan datang, kita sambut mereka. Kalau Ahok kita tolak. Jadi siapa pun boleh datang, kecuali Ahok. Wagub (Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat) boleh,” kata Syakir.

Unjuk rasa di Jalan Tebet Barat Raya bersamaan dengan acara peresmian ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) yg ada di lokasi tersebut oleh Ahok. Aksi unjuk rasa cuma berjarak sekitar 100 meter dari lokasi peresmian RPTRA.

Karena unjuk rasa itu, Ahok mengucapkan permintaan maaf kepada pejabat kepolisian dan TNI dari institusi setempat yg disebutnya kerap direpotkan dengan kedatangannya.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.

3. Jaksa Agung mulai Cari Dokumen Pembunuhan Munir ke SBY

Kristian Erdianto Istri aktivis HAM Munir, Suciwati, ketika memberikan informasi terkait keputusan KIP atas dokumen TPF perkara pembunuhan Munir, di kantor Kontras, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016). Komisi Informasi Pusat (KIP) menyatakan dokumen TPF Kasus pembunuhan Munir harus diumumkan ke publik.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mulai mencari dokumen tim pencari fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib yg diduga hilang di era pemerintahan presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Terpaksa kita mulai menghadap Pak SBY,” ujar Prasetyo di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Sebab, berdasarkan keterangan yg dia terima, TPF ketika itu sudah menyerahkan dokumen asli ke SBY. Namun, penyerahan bukan ke Sekretariat Negara seperti yg selama ini dituduhkan pegiat HAM.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo bagi menelusuri keberadaan dokumen dari TPF kematian aktivis HAM Munir Said Thalib.

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Alexander Lay menyampaikan bahwa dia justru mengetahui dari media massa bahwa laporan TPF kematian Munir itu dipegang oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca berita selengkapnya di sini.

4. Raksasa Rokok mulai Merger

Ilustrasi.

British American Tobacco (BAT) mengumumkan pada Jumat (21/10/2016) penawaran buat mengambil kendali atas Reynolds American (RAI), perusahaan rokok dan tembakau terbesar kedua di AS.

Kedua raksasa rokok itu memiliki dua merek rokok terlaris di dunia, termasuk Pall Mall dan Kent.

Menurut BAT seperti dikutip dari CNN Money, memadukan BAT dan RAI mulai mampu menciptakan perusahaan rokok terbesar di dunia dalam hal penjualan bersih dan laba operasional.

BAT telah memiliki 42 persen saham RAI, namun berminat bagi membeli sisa 58 persen kepemilikan saham. BAT sudah mengajukan penawaran kepada direksi RAI, namun keduanya belum mengadakan pembicaraan terkait hal itu.

Baca beritanya selengkapnya di sini.

5. Dunia Es, Planet ke-9 di Tata Surya

L. Calçada/ESO “Dunia es” L91 mengorbit begitu jauh dari matahari, mengorbit selama 20.000 tahun. Benda itu mungkin menjadi petunjuk keberadaan planet kesembilan.

Tata surya memiliki obyek ekstrem baru, L91. Bukan hanya namanya yg mungkin membuat dahi mengernyit, orbitnya pun demikian.

Benda yg sangat dingin hingga alamnya layak disebut “dunia es” tersebut mengorbit begitu jauh dari matahari sehingga sesuatu tahun di sana setara dengan 20 milenium di bumi.

Jadi bayangkan. Kalau hidup di sana, rentang waktu sejak Piramida Giza dibangun hingga Facebook lahir belum genap setengah tahun.

L91 tidak berada pada jarak lebih dekat dari 50 Satuan Astronomi (SA) atau 50 kali jarak bumi ke matahari. Jarak terjauhnya mencapai 1430 SA.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.

Sumber: http://nasional.kompas.com