Laptop Tipis Acer Cuma Sediakan USB-C, Bagaimana Nasib Pengguna?

JAKARTA, KOMPAS.com – Pabrikan notebook akan mengadopsi port USB type-C terbaru yg ringkas dan mampu digunakan bagi berbagai keperluan, termasuk Acer di seri notebook Swift 7 dan Spin 7 yg baru saja resmi memasuki pasaran Indonesia.

Kedua notebook yg diklaim tertipis di dunia buat kelasnya ini masing-masing cuma dibekali sepasang port USB type-C buat keperluan charging dan menancapkan aksesori. Tak ada port pelengkap yang lain yg lazim hadir di laptop seperti USB 3.0 reguler, atau SD card reader.

Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbert Ang mengatakan, keputusan buat cuma menyertakan beberapa port USB type-C itu didasari keinginan pihaknya ingin memberikan teknologi tercanggih pada konsumen kedua laptop premium tersebut.

Oik Yusuf/KOMPAS.com Notebook convertible (2-in-1) Acer Spin 7 dilengkapi layar yg mampu ditekuk hingga 180 derajat ke arah depan sehingga dapat berubah menjadi tablet raksasa.

“Swift 7 dan Spin 7 yaitu beberapa notebook yg duduk di urutan teratas bagi segmen masing-masing,” ujar Herbert saat ditemui usai acara peluncuran Swift 7 dan Spin 7 di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

“Karena itu kita berikan yg terbaru. Kalaupun konsumen tak milik aksesori yg memakai USB type-C, mampu memakai adapter.”

Presales Manager Product Department Acer Indonesia, Dimas Setyo mengemukakan alasan yg lebih bersifat teknis. Menurut dia, penggunaan USB type-C pada kedua notebook diperlukan demi mewujudkan dimensi fisik yg tipis dan ringan.

“Kalau memakai port USB standar, itu tebalnya telah memakan tempat,” jelas Dimas.  Senada dengan Herbert, dia menambahkan bahwa hal ini sebenarnya tak menjadi persoalan karena konsumen masih mampu menggunakan adapter bagi tidak mengurangi konektor atau port yg dibutuhkan, seperti misalnya USB 3.0 standar dan card reader tadi.

“Dalam paket penjualan, kita telah memaketkan adapter USB type-C yg dibutuhkan sehingga mampu segera dipakai oleh konsumen,” imbuhnya.

Tertipis di dunia

Swift 7 dan Spin 7 diklaim Acer sebagai notebook tertipis di dunia buat kategori masing-masing, yakni kategori ultrabook buat Swift 7 dan notebook convertible (2-in-1) bagi Spin 7. Swift 7 memiliki ketebalan 9,98 mm dengan bobot 1,1 kg, sementara Spin 1 setebal 17,95 mm dengan bobot 1,5 kg.

Keduanya memiliki spesifikasi yg mirip, sama-sama dibekali prosesor Intel Core i7 generasi ke 7 (Kaby Lake), RAM hingga 8 GB, media penyimpanan SSD 256 GB, serta layar IPS LCD full HD (1.920 x 1.080 piksel) berlapis kaca anti-gores Gorilla Glass 5.

Perbedaan paling kentara di antara keduanya terletak pada kemampuan layar Spin 7 buat ditekuk 360 derajat ke arah depan sehingga posisi layar berubah menjadi di belakang keyboard dan notebook dapat difungsikan layaknya tablet raksasa,

Layar Spin 7 turut mendukung touch input bagi mendukung penggunaannya ketika difungsikan sebagai tablet. Sementara, layar Swift 7 tak berupa touchscreen dan lebih mirip notebook konvensional.

Bersama dengan Spin 7 dan Swift 7, Acer turut memberikan layanan pelanggan prioritas lewat sebuah kartu khusus bernama Priority Card.

Menurut Herbert, dengan status “prioritas” tersebut, pemlilk kedua laptop ini nantinya mulai diutamakan dalam memperoleh layanan purna jual dari Acer. Pemilik mendapat layanan khusus seperti on-site service dan express service.

“Kami fokus pada pelayanan agar konsumen merasa istimewa. Benefit yang lain termasuk aneka offer khusus dari Acer yg mulai diberitahukan ke mereka sebelum orang lain,” sebut Herbert, sambil menambahkan bahwa masa berlaku Priority Card sama dengan masa garansi laptop yg bersangkutan, yakni mencapai 3 tahun.

Oik Yusuf/Kompas.com Model memperlihatkan notebook Acer Swift 7 (kiri) dan Acer Spin 7 dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (7/12/2016)

Di Indonesia, Acer Swift 7 dan Spin 7 yg termasuk notebook kategori premium dipasarkan dengan banderol harga akan Rp 20 juta.
Sumber: http://tekno.kompas.com

You might like

About the Author: Editor Tim