Nasional

Mendikbud Kaji Ulang Aturan Guru Wajib Mengajar 24 Jam Dalam Seminggu

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sedang mengkaji peraturan yg membahas mengenai jam mengajar guru selama sepekan.

“Bulan depan mulai aku tandatangani peraturannya. Melalui peraturan ini, guru tidak harus ke sana ke mari dalam mencapai jumlah jam mengajar selama sepekan,” ujar Mendikbud usai pembukaan Porseni PGRI di Siak, Riau, Senin (22/8/2016).

Selama ini, guru kelimpungan dalam mencapai jumlah jam mengajar selama sepekan yakni 24 jam. Sebagian guru memilih bagi mengajar di tempat lain, agar mencapai jumlah jam tersebut. Pencapaian tersebut yaitu salah sesuatu syarat buat mendapatkan tunjangan profesi.

“Jadi nanti mulai ada ekuivalensinya atau penyetaraan. Bukan pengurangan jam mengajar, tetapi penyetaraan agar guru tidak ke sana ke mari mencari tambahan jam mengajar,” ujar Muhadjir.

Hal itu, lanjut Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, amat mengganggu karena guru tak berada di sekolah. Oleh karena itu, Kemendikbud berupaya mencari cara yang lain yakni dengan penyetaraan tersebut.

“Bentuk penyetaraannya dapat melalui pembimbingan perorangan ataupun ko-kurikuler yg mulai kita bikin,” uca[ dia dia.

Plt Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, menyampaikan pihaknya menyambut baik pembenahaan tata kelola guru.

“Selama ini guru dipenuhi dengan aturan administrasi yg jauh dari bersinggungan dengan peningkatan mutu guru dan peserta didik, serta jauh dari tujuan penting memuliakan guru,” kata Unifah.

Menurut Unifah, sejatinya guru hadir di sekolah dari Senin hingga Sabtu, waktunya tak terbatas 24 jam. Bahkan saat guru sampai di rumah pun, tugas merencanakan dan mengevaluasi peserta didik menjadi bagian keseharian guru.

“Jam kerja guru tiada terbatas,” ujar dia.

Sumber: http://nasional.kompas.com