Nasional

Menteri Siti: Penyanderaan PPNS Rendahkan Wibawa Negara

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menegaskan, penyanderaan tujuh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polisi Kehutanan (Polhut) di Rokan Hulu, Riau, oleh pelaku pembakar hutan atau lahan yaitu tindakan melawan hukum yg merendahkan kewibawaan Negara.

Menteri Siti mengatakan, penegakan hukum yg dikerjakan pihaknya mendapat perlawanan dari pelaku kebakaran hutan atau lahan dan perambah kawasan hutan.

Menurut dia, seperti dikutip Antara, Minggu (4/9/2016), penyanderaan dikerjakan segerombolan massa yg diindikasi kuat dikerahkan oleh salah sesuatu perusahaan pada Jumat (2/9/2016).

Saat itu, penyidik KLHK selesai menjalankan tugas menyegel kawasan hutan atau lahan yg terbakar yg berada dalam penguasaan perusahaan tersebut.

Siti Nurbaya menegaskan, kejadian penyanderaan ini yaitu tindakan melawan hukum yg merendahkan kewibawaan Negara, apalagi diindikasikan adanya keterlibatan pihak perusahaan.

Penyidik KLHK dan Polhut yaitu aparat penegakan hukum berdasarkan undang-undang (UU) mempunyai kewenangan bagi melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kebakaran hutan dan lahan.

Tim KLHK awalnya turun ke lokasi, guna menindaklanjuti arahan Menteri LHK buat melakukan penyelidikan penyebab meluasnya titik api di Riau dua waktu lalu.

Sekaligus menyelidiki laporan mengenai masyarakat yg dikabarkan mengungsi karena asap.

Dari penginderaan satelit terlihat, sumber titik api penyebab asap sampai ke daerah lainnya di Riau itu, salah satunya berasal dari kawasan yg dikuasai oleh perusahaan tersebut.

“Sejak titik api meluas, aku menegaskan buat dikerjakan penyelidikan di areal yg terbakar. Maka tim dipimpin segera Dirjen Gakkum KLHK (Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), turun ke lokasi di Riau,” ujar Menteri LHK.

Sebelumnya, penyekapan tujuh PPNS dan Polhut KLHK terjadi pada Jumat (2/9), usai “PPNS Line” dan plang KLHK dipasang sekitar pukul 14.00-15.00 WIB.

Penyekap mendesak tim KLHK menghapus foto-foto, video serta mencopot plang yg dipasang di lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Gerombolan massa mengancam baru mulai membebaskan tujuh orang tim KLHK tersebut, seandainya Menteri LHK Siti Nurbaya dapat hadir segera di lokasi.

Sekitar pukul 24.00 WIB, Kapolres dan timnya akhirnya datang di lokasi kejadian.

Setelah proses pembicaraan lanjutan hingga pukul 2.30 WIB, Sabtu dinihari (3/9), disepakati tujuh tim KLHK dibebaskan namun kendaraan berupa beberapa unit mobil berikut barang-barang, harus ditinggal di lokasi.

Tim KLHK akhirnya dievakuasi memakai truk Dalmas dengan pengawalan aparat kepolisian.

Pada Sabtu (3/9), Menteri LHK melakukan koordinasi dengan Kapolda Riau, dan pada pukul 10.00 WIB, setelahnya Ketua Tim KLHK bersama dengan Kapolres kembali bertemu dengan penyandera bagi mengambil barang-barang dan beberapa unit mobil yg masih tertahan.

Kompas TV Kabut Asap, Jarak Pandang di Riau 300 Meter

Sumber: http://nasional.kompas.com