Politik

MK Prediksi Gugatan UU Makin Banyak Terjadi Di 2017

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat memprediksi, mulai semakin banyak kasus pengujian undang-undang di tahun 2017. Hal itu dilihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak konstitusionalnya.

Dapatkan diskon Rp 300,000 buat tiket libur Natal & Tahun baru-mu“MK pun memprediksikan digelarnya Pilkada Serentak 2017 mulai membuat pengujian undang-undang tentang Pilkada semakin banyak daripada tahun-tahun sebelumnya,” sambung Arief di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (29/12).

Di tahun 2017, diperkirakan ada sebanyak 205 kasus pengujian undang-undang yg masuk di kepaniteraan MK. Sementara buat kasus PHP Kada Serentak diperkirakan di bawah dari angka 152 perkara. Berdasarkan catatan MK, di tahun 2016, ada sebanyak 152 masalah PHP Kada Serentak yg diajukan.

“Untuk kasus PHP Kada Serentak diperkirakan menurun karena jumlah daerah yg mengikuti Pilkada Serentak gelombang kedua tersebut lebih sedikit, yakni 101 daerah dengan sebanyak 153 pasangan calon kepala daerah dibandingkan 2015 yg diikuti 270 daerah,” ujarnya.

Menurut Arief, MK diperkirakan mulai memutus dan memeriksa sebanyak 138 kasus PHP Kada Serentak pada 2017. Untuk pengajuan kasus Sengketa Kewenangan Lembaga Negara (SKLN) di tahun 2017 dipredikis tidak berubah dari tahun ini yakni paling banyak 2 perkara.

Arief menambahkan, MK mulai menerbitkan PMK Nomor 01 Tahun 2016 tentang pedoman beracara dalam masalah perselisihan hasil pemilihan gubernur, bupati, dan walikota dengan sesuatu pasangan calon. Selain itu mulai ada juga PMK Nomor 03 tahun 2016 tentang tahapan, kegiatan, dan jadwal penanganan kasus perselisihan hasil pemilihan gubernur, bupati, dan walikota, serta PMK nomor 04 tahun 2016 tentang pedoman penyusunan permohonan pemohon, jawaban termohon, dan informasi pihak terkait. PMK tersebut menjadi pedoman penanganan Pilkada Serentak 2017.

“Di samping itu, MK menyelenggarakan bimtek sebanyak 5 angkatan yg meliputi beberapa angkatan buat penyelenggaraan pemilu, dan tiga angkatan bagi pasangan calon, termasuk para kuasa serta kuasa hukum yg tidak jarang berperkara di MK,” sambung dia.

Di tahun 2017, MK juga mulai menyelenggarakan simposium internasional pada bulan Agustus di Surakarta. Dalam simposium tersebut mulai dikerjakan pemilihan Presiden AACC serta membahas amandemen statuta AACC.Baca juga:
Ketua MK klaim penanganan kasus tahun 2016 membaik dari sebelumnya
Ketua MK: Rapor merah itu salah, karena pembandingnya 12 bulan
Ini kata Ketua MK soal gugatan cuti petahana Ahok belum juga diputus
Ketika MK dipercaya lembaga sejenis di Asia dan Eropa

Sumber: http://www.merdeka.com