Nasional

Motif Polri, BNN, Dan TNI Laporkan Haris Azhar Dipertanyakan

JAKARTA, KOMPAS.com – Dosen Hukum Pidana dari Universitas Bina Nusantara Ahmad Sofyan mempertanyakan motif Polri, Badan Narkotika Nasional dan TNI yg kompak melaporkan Koordinator Komisi buat Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar ke kepolisian.

Polri, BNN dan TNI melaporkan Haris atas tuduhan pencemaran nama baik karena mengungkapkan cerita bandar narkoba yg kini telah dieksekusi mati, Freddy Budiman, terkait keterlibatan oknum aparat dalam jaringan narkoba.

“Yang menjadi pertanyaan besar, BNN, TNI dan Polri ini milik motif apa?” kata Sofyan di Jakarta, Senin (8/8/2017). 

Ia berpendapat, pelaporan yg dikerjakan ketiga institusi itu tak cuma berkaitan  dengan cerita Freddy yg diungkapkan Haris.

Menurut Sofyan, Haris bersama Kontras selama ini kritis terhadap kinerja aparat penegak hukum.

Oleh karena itu, ia menduga, langkah Haris yg mengungkap cerita Freddy cuma dijadikan momentum untuk aparat bagi menjerat yg bersangkutan dengan pasal pencemaran nama baik.

“Laporan terhadap Freddy ini cuma pintu masuk,” ujar dia.

Sofyan menilai, langkah Polri, BNN, dan TNI melaporkan Freddy dengan tuduhan pencemaran nama baik juga salah sasaran.

Sebab, dalam pasal 310 dan pasal 311 KUHP, objek yg dicemarkan nama baiknya adalah orang, bukan institusi negara.

Dalam pasal 27 ayat (3) UU ITE yg digunakan dalam laporan, kata dia, memang tak disebutkan mengenai objek pencemaran nama baik.

“Namun demikian, harus dipahami bahwa pasal 27 ayat (3) genusnya harus dikembalikan kepada pasal 310 dan 311. Artinya, seandainya ingin ditafsirkan maka objek pencemaran nama baik adalah orang per orang,” ujar Sofyan.

Sumber: http://nasional.kompas.com