Opini

Negara Demokrasi Yang Berpendidikan, Harapan Indonesia

info TanjungpinangNegara Demokrasi Yang Berpendidikan, Harapan Indonesia. Romawi, terkenal sebagai sebuah kemaharajaan masa lampau yang berhasil menciptakan sistem demokrasi dalam melaksanakan pemerintahan mereka. Romawi selalu disebut-sebut sebagai Kerajaan/Negara demokratis pertama di dunia. Selepas keruntuhan kerajaan Romawi, sistem demokrasi yang disebut sebagai sebuah sistem pemerintahan yang adil tersebut, tergantikan oleh system monarki seperti era-era sebelumnya (Babylonia, Assyria, Persia, dll).

negara-demokrasi-yang-berpendidikan-harapan-indonesia
Negara Demokrasi Yang Berpendidikan – Harapan Indonesia (illustrasi)

Pada penghujung abad 18 terbentuk sebuah Negara didunia baru (Benua Amerika), Negara ini melepaskan cengkeraman dari Inggris yang menjadi penguasa dunia pada saat itu, tepat pada 4 Juli 1778 diikrarkan pembentukan sebuah Negara yang bernama United States of Amerika (Amerika Serikat), lepas dari Negara Kolonial bersistem monarki dan membentuk sebuah negara Republik yang demokratis dengan menyatukan sejengkal demi sejengkal tanah di Benua baru dari kekuasaan Inggris, Spanyol dan Portugal.

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, disebuah Negeri penghasil rempah yang terletak di garis Khatulistiwa, terikrar pembentukan sebuah Negara yang bernama Indonesia. Negara kita tercinta. Pada hari itu di proklamirkan Negara yang mencakup wilayah Nusantara yang sebelumnya berada dibawah kontrol Belanda. Dengan diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia, secara tegas kita menolak secara resmi sistem penguasa di Nusantara yang sebelumnya dikenal dunia, Netherland Hindie’s.

Dalam sejarah dunia, hampir semua Negara di dunia memperoleh kemerdekaan melalui pertempuran dan juga diplomasi. Ada tiga Negara didunia yang terkenal merdeka melalui perang yang bisa disebut brutal, tiga Negara itu ialah Amerika Serikat (merdeka dari Inggris), Vietnam (merdeka dari Prancis) dan Indonesia yang merdeka dari Belanda.

Suatu hal yang patut kita banggakan ialah masa peralihan dari Hindia Belanda ke Indonesia itu terjadi bertepatan dengan Perang Dunia ke dua, jadi secara tidak langsung Indonesia harus berhadapan(berperang) dengan tiga kekuatan besar dunia sekaligus yaitu Belanda, Inggris dan Jepang. Banyak terjadi pertempuran besar di Indonesia. Hanya demi satu tujuan “merdeka”. Hebatnya Negara yang pada dasarnya terdiri atas ratusan kerajaan ini dapat bersatu, untuk mencapai tujuan bersama, kita telah berhasil menyingkirkan egoisme kesukuan ataupun fanatisme kedaerahan demi mencapai kemerdekaan dan kita benar-benar bisa mencapainya.

Kini tahun 2014, telah 69 tahun Negara kita mencapai Kemerdekaan, luka-luka bekas pertempuran masa lampau tetap membekas dan dijadikan sebagai kenangan yang dapat membangkitkan semangat nasionalisme. Sedikit demi sedikit trauma masa lampau mulai memudar. Kita terus gencar membangun, mewujudkan cita-cita para pendahulu yang telah mempertaruhkan nyawa demi kebebasan kita sekarang.

Ironisnya setelah 69 tahun kita mencapai kemerdekaan, pembangunan kita malah tertinggal dari beberapa Negara tetangga yang merdeka beberapa tahun selepas kemerdekaan kita, contohnya seperti Malaysia (31 Agustus 1957), Singapura (8 Agustus 1959), Brunei Darussalam (1 Februari 1984).

Secara historis ketiga negara tersebut memang tidak dijajah oleh Belanda tetapi oleh Inggris. Selepas kemerdekaan, ketiga negara itupun masih tetap melakukan kerjasama dengan pihak Inggris. Seperti halnya negara bekas jajahan Inggris lainnya, mereka bergabung bersama British Commonwealth. Jauh berbeda dengan Indonesia, yang pada awal kemerdekaan terpaksa harus menanggung beban hutang Hindia Belanda. Lalu Belanda sama sekali tidak melakukan kerjasama ekonomi dengan Indonesia selepas kemerdekaan.

Indonesia menjadi negara mandiri yang membangun perekonomiannya, dengan bermodalkan prinsip “bebas aktif” dalam melaksanakan hubungan internasional. Ekonomi Indonesia merangkak perlahan, menuju kemakmuran yang dicita-citakan. Jika bercermin dari Amerika Serikat yang berhasil menuai kemajuan selepas 130 tahun kemerdekaan mereka. Maka kita yang telah merdeka 69 tahun ini, menaruh harapan besar terhadap kemajuan bangsa ini paling tidak 60 tahun lagi. Semoga saja tercapai.

Jepang bisa dijadikan sebuah contoh dalam pembangunan. Walaupun Jepang tak pernah dijajah, tetapi Jepang pernah porak poranda pada perang dunia kedunia, dalam waktu tidak lebih dari 25 tahun, Jepang berhasil membangun kembali ekonomi negara mereka. Hingga kehari ini, Jepang dikenal sebagai negara yang maju. Apa rahasia Jepang? Tentunya tidak lain dan tidak bukan adalah Pendidikan. Pendidikan adalah dasar dari segala macam bidang pembangunan. Bahkan negara/kerajaan pada masa lampau telah memberikan contoh tentang Pendidikan itu.

Contohnya, Babylonia yang membangun perpustakaan dan universitas pada 4000 tahun yang lalu, kekhalifahan Islam maju karena system Tarbiyah/Madrasah, sedangkan negara-negara Kolonial seperti Belanda, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugis selangkah lebih maju dari negara-negara lain pada masanya karena sistem Renessaince yang bermuara dari mengadopsi sistem pendidikan Cordova (Andalusia). Pentingnya pendidikan untuk kelangsungan sebuah Negara/Kerajaan bukanlah hal nisby, tetapi ialah hal yang sangat-sangat nyata.

Selama ini negara kita memang “peduli” terhadap pendidikan, terbukti dari tingkat buta huruf yang terus berkurang dari tahun ke tahun, akan lebih baik lagi jika kita bukan hanya peduli tetapi sampai pada tahap “sangat-sangat peduli”, baik itu peduli pendidikan secara formal maupun pendidikan non formal yang dapat membentuk karakter seseorang lebih baik lagi. Jika penduduk Indonesia sudah terdidik secara baik dan moral masyarakat Indonesia terbentuk menjadi masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga ketentraman sosial, maka impian untuk menjadi masyarakat yang berkualitas dan negara yang maju akan lebih mudah terealisasi.

 

Oleh : M Zulfahri Afiat
Gambar: http://votreesprit.files.wordpress.com/2013/11/illusion_of_democracy.jpg