Tanjungpinang

Pembangunan Pelantar Kampung Bugis Kembali Dimulai

Info Tanjungpinang –  Pembangunan Pelantar Kampung Bugis Kembali Dimulai. Pelantar Kampung Bugis Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota yang ditabrak Kapal Tongkang Marine Power dengan nomor lambung 1.601 mulai dikerjakan, Minggu (23/8) oleh pihak PT Bahtera Bestari Shipping (BBS).

Pelantar ini ditabrak tongkang tersebut, Minggu 21 Juni lalu. Namun, pihak manajemen PT Bahtera Bestari Shipping (BBS) bertanggungjawab atas kejadian itu.

Pembangunan Pelantar Kampung Bugis Kembali Dimulai
Pembangunan Pelantar Kampung Bugis Kembali Dimulai

Pantauan Tanjungpinang Pos, terlihat beberapa orang pekerja mulai melakukan pengecoran pondasi pelantar dengan semen dan besi ulir. Di lokasi tersebut, terdapat satu kapal tongkang dengan nama Bahenol 01 yang dimanfaatkan para pekerja untuk proses pengecoran pondasi pelantar.

Tidak jauh dari lokasi pengerjaan pelantar tersebut,terdapat tulisan dari pihak kelurahan Kampung Bugis sebuah larangan tidak boleh melintas di pelantar karena dalam proses pembangunan pelantar. Di kawasan Kampung Bugis, Ketua RW 1 Wahyu, mengatakan, pihaknya sudah melihat aktivitas pembangunan proyek tersebut sejak 4 Agustus lalu.

Wahyu menambahkan, masyarakat Kampung Bugis tidak akan mendesak pihak PT Bahtera Bestari Shipping (BBS) untuk menggesa proses pengerjaan tersebut. Namun, ia meminta proses pengerjaan pelantar yang sudah menjadi dambaan masyarakat Kampung Bugis itu agar tetap dikerjakan dan tidak ada penundaan.

”Kami sebagai masyarakat meminta mereka tetap terus bekerja, hingga hasilnya pun memuaskan masyarakat di kampung ini,” tegas Wahyu kepada Tanjungpinang Pos, Minggu kemarin.

Sebagai tokoh masyarakat Kampung Bugis, pihaknya sempat berang kepada PT Bahtera Bestari Shipping (BBS) saat pelantar itu hampir satu bulan lamanya tidak dikerjakan.

Sehingga pihaknya sempat menyurati pihak kepolisian untuk menggelar aksi demonstrasi di kantor PT Bahtera Bestari Shipping (BBS) untuk meminta kepastian kapan akan dibangun kembali pelantar Kampung Bugis itu.

”Kami sempat mau demo karena sudah satu bulan molor tidak dikerjakan. Sementara, kepastian dari pihak PT Bahtera Bestari Shipping (BBS) tidak ada kejelasan saat itu,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dari insiden tabrakan pelantar tersebut ada satu orang warga menjadi korban jatuh ke laut. Sedangkan enam unit motor ikut masuk ke dalam laut. Warga yang menjadi korban waktu itu, langsung dievakuasi oleh warga setempat dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri. Sepanjang pantauan di lokasi saat kejadian itu, sembilan tiang penyangga pelantar kebanggaan warga Kampung Bugis itu mengalami keretakan.

Sumber : Humas Kota Tanjungpinang.