Pemilihan Pengurus dan Deklarasi Aspemo Kepri

Tanjungpinang (IT) – Aspemo atau Asosiasi Pemilik Media Online se-kepri melakukan konsolidasi, pemilihan pengurus dan deklarasi DPD Aspemo Kepri di Hotel Bintan Plaza (16/12). Acara berlangsung mulai pukul 10:30 sampai 03:30 diselingi diskusi terbuka membahas permasalahan yang dihadapi para pemilik media online dengan narasumber DPP Aspemo diwakili oleh Azli Raiz Anduspil (koordinator pembentukan Aspemo Kepri) dan Himawanto, SH (Pakar Hukum sekaligus Pengacara Aspemo Pusat).

Deklarasi DPD Aspemo Kepri
Deklarasi DPD Aspemo Kepri

Azli Rais dalam sambutannya menerangkan: Kepri walau sebagai wilayah kepulauan, tetapi menjadi perhitungan pusat, sementara DPP Sumatera Barat dan Medan sudah bersaing ingin mengambil alih semua wilayah Sumatera. Kepri juga dipercaya sebagai salah satu pelopor berdirinya Aspemo selain dari 9 DPD yang ada di Indonesia.

Azli Rais Anduspil - DPP Aspemo Perwakilan Kepri
Azli Rais Anduspil – DPP Aspemo Perwakilan Kepri

Azli Rais menjelaskan mengapa Dewan Pers hanya menyetujui tiga jenis legalitas media seperti PT, Yayasan atau Koperasi? Sedangkan CV tidak bisa? Karena CV jika ada perkara, maka aset pribadi bisa disita. Sedangkan ketiga legalitas tersebut yang menjadi agunan adalah aset yang ada di kantor saja. Secara tidak langsung Dewan Pers melindungi para pengusaha media.

Dalam diskusi terbuka, soal surat edaran yang menjadi acuan pemerintah daerah mengenai prasyarat media untuk bekerjasama diharuskan untuk terverifikasi dewan pers, termasuk pemilik atau pimpinan redaksi dan wartawan harus lolos uji kompetensi wartawan (UKW).

Himawanto - Pakar Hukum sekaligus Pengacara Aspemo Pusat
Himawanto – Pakar Hukum sekaligus Pengacara Aspemo Pusat

Himawanto menjelaskan bahwa surat edaran tidak memiliki kekuatan hukum, dan Dewan Pers tidak pernah mengeluarkan surat edaran tersebut. Namun, sisi positifnya adalah soal kekhawatiran Dewan Pers tidak dapat mengontrol wartawan atau media akan berita HOAX dapat dicegah atau diminimalisir.

Menurut Ifan ada saluran yang disumbat oleh media besar yang memiliki kepentingan didalamnya. Kehadiran Aspemo Kepri ini sebagai wadah pendataan media daerah sebagai jawaban atas permasalahan tersebut, sehingga pembagian anggaran kerjasama publikasi akan merata. Sebagai kuncunya adalah komunikasi dan administrasi legalitas media online.

Rapat Pemilihan Pengurus Aspemo Kepri
Rapat Pemilihan Pengurus Aspemo Kepri

Himawanto menambahkan “Jika media tidak terverifikasi, Dewan Pers tidak bisa membantu saat terjadi perkara. Namun demikian setiap media tidak diwajibkan untuk terverifikasi kalau isi pemberitaan didalamnya sesuai dengan kode etik jurnalistik”

Acara dilanjutkan oleh 7 penerima mandat untuk menentukan tiga calon ketua Aspemo Kepri. Ketiga calon yang terpilih adalah Azli Rais Anduspil, Jonni Pakkun dan Rusmadi. Masing-masing calon diminta memaparkan visi misi Aspemo kedepan.

Azli Rais Anduspil secara sepihak menyatakan mundur dari pencalonan beralasan bahwa masih aktif sebagai pengurus DPP Aspemo, selain itu juga masih aktif kepengurusan di IWO Kepri.

Jonni Pakkun - Ketua Aspemo Kepri
Jonni Pakkun – Ketua Aspemo Kepri

Jonni Pakkun tidak banyak menerangkan visi misi kedepan bersama Aspemo, namun pada intinya jika terpilih maka akan siap menjalankan amanah asalkan dapat dukungan penuh dari semua anggota.

Rusmadi selaku calon ketiga juga membuat forum tercengang dengan pemaparannya soal tingkat pengalaman mengelola media online yang tergolong masih baru. Rusmadi merasa keberatan untuk menjadi komando asosiasi ini yang baru dibentuk DPD Kepri ini.

Berdasarkan hasil dari ulasan singkat para calon ketua, secara tidak langsung Jonni Pakkun terpilih menjadi ketua DPD Kepri secara aklamasi dan dilanjutkan dengan Deklarasi bersama seluruh pemilik media online pada tanggal 16 Desember 2017. (pradianto)

You might like

About the Author: infotanjungpinang

Hati perlu iman, otak perlu ilmu. Marilah kita beriman dan berilmu. Indahnya hidup berkah dengan berbagi ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *