Kepri Tanjungpinang

Pemko Tanjungpinang Berharap Dukungan LAM Dalam Rangka Selaraskan Pembangunan

info Tanjungpinang – Membangun Kota Tanjungpinang  harus dilakukan tanpa meninggalkan khazanah budaya dan adat istiadat. Demikian disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH saat memimpin rapat bersama dengan para pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM), Kamis (8/1), di ruang rapat kantor Walikota Tanjungpinang. Atas dasar hal tersebut, Lis melanjutkan, Pemko Tanjungpinang meminta dukungan penuh dari LAM untuk tetap mengotrol pembangunan di Kota Tanjungpinang agar tetap mengedepankan kearifan lokal.

Pemko Tanjungpinang Berharap Dukungan LAM Dalam Rangka Selaraskan Pembangunan
Pemko Tanjungpinang Berharap Dukungan LAM Dalam Rangka Selaraskan Pembangunan

Diantara beberapa agenda rapat, diantaranya Lis meminta dukungan dan masukan LAM atas rencana Pemko memberikan nama untuk gedung-gedung perkantoran pemerintahan yang baru termasuk gedung 5 lantai dan rumah sakit. “Nama-nama jalan juga ada beberapa yang harus diganti. Termasuk jalan ke kantor walikota ini. untuk itu kami meminta saran dan masukan dari LAM.” Ujar Lis.

Pemko Tanjungpinang Berharap Dukungan LAM Dalam Rangka Selaraskan Pembangunan

Sebagai langkah awal dalam usaha melestarikan adat istiadat dan budaya melayu di Kota Tanjungpinang, Lis mengungkapkan sejak awal pemerintahannya sudah memberikan nama untuk beberapa ruangan di kantor walikota seperti ruang rapat di lantai 2 dan 3 dan aula menggunakan nama-nama dari tokoh melayu yang termasyhur. Sebut saja, untuk ruang rapat lantai 2 diberi nama Raja Haji Fisabilillah, ruang rapat lantai 3 Embung Fatimah, dan aula Sultan Badrul Alamsyah.

“Gedung yang belum bernama diantaranya gedung perkantoran 5 lantai yang akan segera dipergunakan. Maka dari itu kami minta pertimbangan LAM dalam pemberian nama.” Kata Lis. Wan Rumadi selaku Ketua LAM mengatakan mendukung penuh upaya pemerintah dalam melibatkan LAM untuk mengontrol pembangunan. Dikatakannya, LAM sangat menjunjung tinggi adat istiadat karena pembangunan Kota Tanjungpinang tanpa memperhatikan adat sangat lah berat. Sementara itu, terkait perubahan nama jalan, Wan Rumadi menjelaskan seandainya hal tersebut memang perlu dilakukan  haruslah berdasarkan kesepakatan bersama mana nama yang paling baik.

Pemko Tanjungpinang Berharap Dukungan LAM Dalam Rangka Selaraskan Pembangunan

Menurut Raja AlHafiz yang turut hadir dalam rapat mengatakan untuk mengganti nama jalan tidak harus menggunakan nama orang atau tokoh, bisa juga menggunakan nama-nama benda khas melayu. “Setidaknya untuk langkah awal pemberian nama jalan, plang nama bisa dibuat bernuansa melayu.” Katanya.

Bukan hanya pembangunan infrastruktur aja yang dibahas dalam rapat tersebut, untuk menanamkan kearifan lokal dikalangan generasi muda Kota Tanjungpinang khususnya anak-anak, Lis juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar segera berkoordinasi dengan perpustakaan Kota Tanjungpinang untuk membuat buku cerita sejarah Kota Tanjungpinang yang bisa dinikmati oleh anak-anak. Lis mengatakan, cerita sejarah yang dikemas dalam bentuk yang menarik akan membuat anak-anak tertarik untuk membaca dan mencari tahu sejarah kotanya sendiri. “Cerita sejarah dalam bentuk animasi tentunya akan lebih menarik minat anak-anak. Itu bisa untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dikalangan anak didik kita juga.” Ujar Lis.

Pemko Tanjungpinang Berharap Dukungan LAM Dalam Rangka Selaraskan Pembangunan

Turut hadir dalam rapat sejumlah kepala SKPD terkait seperti Juramade Esram selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. HZ. Dadang. AG, Asisten Ekbang Kesra Efiyar M. Amin, serta sejumlah camat dan lurah terkait.

Sumber: Humas Pemerintah Kota Tanjungpinang