Kepri Tanjungpinang

Pengelohan FTZ Belum Optimal Ungkap HM. Soeryo

Info Tanjungpinang – Pengelohan FTZ Belum Optimal. Pengelolaan sektor perekonomian di kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas Batam, Bintan, Karimun dan beberapa lokasi di Tanjungpinang belum optimal, kata Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo di Tanjungpinang.

Pengelohan FTZ Belum Optimal Ungkap HM. Soeryo
Pengelohan FTZ Belum Optimal Ungkap HM. Soeryo

“FTZ (Free Trade Zone) menguntungkan bagi Kepri, khususnya Batam, Bintan, Karimun dan beberapa kawasan di Tanjungpinang. Jika potensi yang ada dikembangkan dan dikelola secara optimal dapat menguntungkan bagi masyarakat, daerah dan negara,” katanya, Jumat pekan lalu.

Dia menjelaskan kawasan yang ditetapkan FTZ cukup strategis sebagai tempat pengusaha menanamkan modal. Di kawasan bebas dapat dikembangkan sektor industri dan perdagangan, seperti yang sudah dilakukan di Batam dan Bintan.

Selain kedua sektor itu, kata dia di kawasan bebas tersebut, terutama yang memiliki keindahan alam, dapat dikembangkan sektor pariwisata.

Promosi kebijakan FTZ kepada investor juga masih harus ditingkatkan. Pemerintah juga harus menjamin keamanan berinvestasi di Batam, Karimun dan Bintan.

Selain itu, keamanan dan ketertiban di kawasan bebas juga perlu diperhatikan. Sejauh ini, kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Kepri cukup menarik, karena kondusif.

“Koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat harus berjalan dengan baik dalam menumbuhkembangkan sektor perekonomian di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas,” ujarnya.

Sumber pendapatan Kepri lainnya seperti potensi perairan di Natuna, Anambas dan Lingga. Ketiga daerah itu memiliki sumber daya hayati dan keindahan alam.

Natuna dan Anambas memiliki cadangan migas yang banyak, selain keindahan alamnya dapat dikembangkan sektor pariwisata.

Sementara Lingga juga memiliki persediaan bahan tambang bauksit dan timah, yang dapat dikelola jika mendapat persetujuan dari pusat.

“Bahkan memiliki persediaan bahan tambang yang cukup banyak. Ini yang harus dikelola dengan baik,” katanya.

Soerya melihat sumber perekonomian di Kepri itu secara sederhana yakni FTZ dan NAL (Natuna, Anambas dan Lingga). Kekayaan Kepri bukan hanya di perairan, melainkan juga daratan.

“Ini menjadi prioritas, selain meningkatkan fasilitas umum di pulau-pulau berpenghuni yang jauh dari pusat perkotaan,” ucapnya.

Sumber : Humas Provinsi Kepri (Tanjungpinang)