Opini

Pentingnya Kejujuran Demi Kemajuan Negara

info TanjungpinangPentingnya Kejujuran Demi Kemajuan Negara. Kejujuran adalah suatu sikap kepribadian yang sangat penting dimiliki setiap orang. Baik kejujuran kepada diri sendiri ataupun kejujuran terhadap orang lain. Kasus KKN yang terjadi di negeri ini memang disebabkan oleh banyak faktor, dan salah satu faktor pentingnya adalah kurangnya kejujuran.

Sikap jujur sepatutnya bisa dibina sejak kecil, agar nantinya saat seseorang dewasa ia akan merasa risih jika tidak jujur atau berbohong. Pentingnya jujur sejak kecil, dapat dimulai ketika masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Diawali dari sekolah dasar, seseorang bisa terbiasa untuk selalu jujur dengan tidak mencontek ketika ujian. Tentu disini perlu pula perhatian dari para guru agar membimbing dan mengawasi anak muridnya untuk selalu jujur.

Banyak sekali para pelajar atau mahasiswa yang dewasa ini melakukan perilaku yang tidak jujur, dikarenakan juga ketidakmampuan tenaga pengajar untuk meneliti dengan sedetail-detailnya setiap tingkah laku para anak didiknya. Patut kita sadari pula, bahwa tidak semua para pengajar  memiliki sikap jujur. Mengambil istilah “guru kencing berdiri murid kencing berlari”, yang dapat diartikan jika seorang guru melakukan suatu kesalahan sekecil apapun maka murid akan meniru untuk melakukan kesalahan yang lebih dari apa yang diperbuat gurunya.

Beban untuk menanamkan kejujuran kepada generasi bangsa ini bukan hanya tanggung jawab guru atau tenaga pendidik, tetapi juga merupakan tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat agar dicapainya perubahan yang baik pada bangsa ini. Begitupun mereka yang berprofesi sebagai guru merupakan tulang punggung negara ini untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat secara mental dan fisik.

Pentingnya suatu kejujuran itu ialah karena bahayanya sikap tidak jujur, sangat buruk dampaknya pada bangsa ini jika ketidak jujuran sudah dianggap hal yang lumrah. Dapat dilihat dari realita yang terjadi di negeri ini, dimana korupsi sudah seperti virus yang menyebar dan terus merasuk dari dasar ke atas atau juga sebaliknya. Semua lapisan masyarakat sepakat untuk mengatakan korupsi itu adalah suatu kejahatan, tetapi semua lapisan masyarakat tidak dapat mengelak dari situasi-situasi yang dapat membawanya untuk  melakukan korupsi.

Bisa dibayangkan betapa kacau negara ini nantinya jika generasi muda sudah nyaman dengan nilai-nilai palsu yang didapatnya dari hasil mencontek. Nilai-nilai yang tertera dikertas STTB/Ijazah satu lembar itu nantinya bukan lagi sebuah kertas “sakral” yang dapat mencerminkan tingkat intelegensi dan perjuangannya selama menuntut ilmu, tetapi kertas satu lembar itu adalah daya kreatifitasnya dalam mencontek. Saat ijazah telah menjadi sesuatu yang sangat penting seperti saat ini, ternyata ijazah itu tidak dapat menjadi jaminan bahwa seseorang itu tidak akan melakukan tindakan yang dapat merugikan bangsa ini. Ijazah telah menjadi suatu kertas yang bisa dimanipulasi dan jauh dari kejujuran.

Selain praktek belajar mengajar, kejujuran itu juga sangat penting dalam bahasa lisan. Setiap ucapan yang keluar dari mulut kita seharusnya adalah kata-kata yang berhubungan dengan niat yang sememangnya tulus dari dasar hati. Memang mudah untuk mengucapkan kata-kata yang menarik minat seseorang dan memberikan kesan jujur seseorang terhadap diri kita, tetapi pada negara ini banyak yang bertingkah seseolah dia jujur tapi tinggah lakunya tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya.

Ketertinggalan negara kita dari negara lain bukan hanya terletak pada ketertinggalan kita pada IPTEK tetapi perlu diakui bahwa kita tertinggal secara moral juga. Untuk peningkatan moral ini maka perlu pendekatan spiritual ataupun contoh-contoh yang baik dari para pembesar/pemimpin negara ini. Pemimpin tetap menjadi suatu panutan bagi masyarakat, untuk itu masyarakat dituntut untuk mampu memilih pemimpin yang bagus untuk hajat hidup orang banyak. Masyarakat pula harus diberi akses pendidikan yang baik dan jujur agar perkembangan intelegensi seiring dengan perbaikan mental.

Kita berangan-angan pada suatu hari nanti tidak perlu lagi mendengar kasus Korupsi oleh kalangan pejabat teras di negeri ini, sedang kita menyadari para pejabat negara ini dimasa depan nanti adalah para generasi muda yang sekarang tengah berhadapan dengan serangan budaya asing secara bergelombang. Maka generasi muda dihapkan mulai dari sekarang dapat pendidikan moral yang baik dan juga dapat pendidikan ilmu pengetahuan yang mumpuni.

Negara ini akan terus berkembang secara ekonominya dikarenakan perbaikan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun memang menunjukkan siklus yang positif. Namun perkembangan ekonomi makro tersebut tidak sepenuhnya dapat menggambarkan jenjang antara penduduk kelas atas dan kelas bawah.

Dalam setiap agama yang diakui di Indonesia tentunya, melarang para pengikutnya untuk berkata  atau bertingkah laku bohong, setiap agama yang diakui di Indonesia ini juga menganjurkan para pengikutnya untuk berkata atau bertingkah laku Jujur. Tentunya kejujuran-kejujuran mendasar yang membuat hati merasa tenang. Berbeda pula kondisinya jika berbohong untuk kebaikan, atau jujur untuk menyebabkan permusuhan. Ada hal-hal yang bisa dianalisa akal atau dirasakan hati, mana yang baik dan mana yang benar. Seharusnya manusia bisa lebih peka, ingin egois atau ingin lebih bijak, itu terpulang pula kepada tingkat ilmu pengetahuan dan kejujuran masing-masing.

Pentingnya Kejujuran Demi Kemajuan Negara
Pentingnya Kejujuran Demi Kemajuan Negara

Dapat dibayangkan jika semua pemimpin bangsa ini semuanya menjalankan tugas mulianya (sebagai Pemimpin) dengan niat yang tulus, lalu orang-orang yang mendukung para pemimpin itu memiliki pemahaman yang baik tentang niat dan rencana baik si pemimpin. Tentu ini suasana yang terlalu kondusif dan terkesan Utopia jika melihat pada luas wilayah dan populasi penduduk Indonesia, walaupun tidak bisa menjadi negeri Utopia, setidaknya kita ingin negeri kita maju seperti negeri-negeri yang dulunya sama-sama memulai dari nol seperti kita tetapi sekarang mereka malah lebih maju dari kita.

Untuk menjadi manusia yang jujur akan lebih elok lagi apabila jalan yang ditempuh adalah dengan cara pendekatan kepada Yang Maha Kuasa. Menjadi orang yang religius pun tentu dimulai dari niat yang tulus dan ikhlas yang ada dalam kalbu, dan untuk mencapai niat yang tulus bisa didapat dari belajar dan berusaha memahami ilmu pengetahuan dan makna hidup. Jalan untuk Menuju kepada kejujuran seperti sebuah Circle, namun bagaimanapun caranya setiap orang tentu memiliki pandangan yang  tersendiri dan lebih kompleks dalam memahami dan menuju kejujuran.

Menjadikan semua penduduk negara ini lebih jujur memang tidak mudah bahkan mendekati mustahil, tetapi paling tidak bisa diupayakan agar negara ini memiliki penduduk jujur yang lebih ramai (mayoritas) daripada penduduk yang tidak jujur/bebal. Itu semua agar penyakit yang bernama Korupsi dapat sedikit demi sedikit menghilang dari negara ini. Memang tidak harus diawali dengan kejujuran, tetapi bagaimanapun “kejujuran” itu memang sangat penting bagi diri sendiri, orang lain dan bangsa ini.

 

Oleh: M Zulfahri Afiat