Tanjungpinang

Penyengat di Deklarasikan Sebagai Warisan Budaya Dunia

info Tanjungpinang – Pulau Penyengat resmi dideklarasikan sebagai Warisan Budaya Dunia, Jumat (5/2/2015). Pendeklarasiannya dibacakan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri H. Abdul Razak didampingi Sekdaprov Kepri Robert Iwan Loriaux, ketua PWI pusat Margiono, Ketua Dewan Pers Bagir Manan serta perwakilan dari UNESCO dan pakar bahasa.

Sekdaprov Kepri Robert Iwan yang hadir pada kesempatan ini menyampaikan jika Penyengat saat ini sudah menjadi salah satu destinasi budaya unggulan Nasional. Berbagai situs sejarah ada di pulau mungil tersebut. Dan bahkan beberapa situs Melayu Penyengat ada yang tersimpan di berbagai belahan duni.

“Menwujudkan pulau ini menjadi destinasi unggukan memang tidak mudah. Karena banyak membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Dan sekarang pulau ini telah menjadi destinasi religius unggulan. Perlu kita syukuri ini, kita jaga dan kita lestarikan. Apalagi sejak hari ini Penyengat telah resmi dideklarasikan sebagai salah satu warisan budaya Dunia. Semoga membawa dampak yang lebih baik bagi Indonesia dan Kepri khususnya,” kata Robert dalam sambutannya.

Robert juga menyebutkan jika Penyengat dan dua negara tetangganya, Singapura dan Malaysia memanglah masih selalu bersinggungan dari segi budaya dan bahasa. Bahkan ada sebuah peninggalan sejarah Melayu di Singapura yang kemudian diberi nama Malay Heritage. Disana terdapat banyak peninggalan sejarah Melayu, dan uniknya semua yang ada di sana, juga ada di Pulau Penyengat.

Adapun pendeklarasian Penyengat sebagai warisan dunia ini ditandai dengan tandatangan oleh ketua PWI pusat Margiono, Dewan Pers Bagir Manan, perwakilan UNESCO, Ketua LAM Kepri Abdul Razak. Kemudian berkas yang telah ditandatangani tersbut diserahkan oleh ketua LAM Kepri kepada Ketua PWI, selanjutnya ketua PWI menyerahkannya kepada Gubernur Kepri yang pada kesempatan ini diwakili Sekdaprov Kepri.

Kemasyhuran Penyengat sendiri sudH tidK diragukan lagi bagi Bangsa Indonesia, karena dari pulau yang pernah menjadi mas kawin ini telah lahir dua Pahlawan Nasional, yakni Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah.

Sememtara itu, Ketua PWI Pusat Margiono sendiri dalam sambutannya mengaku bangga bisa hadir di Pulau Penyengat. Apalagi kehadirannya disambut dengan meriah dan luar biasa dari tuan rumah.

“Saya berterimakasih sekali atas sambutan yang luar biasa ini. Saya hanya berharap, semoga acara yang luar biasa ini akan membawa berkah bagi kita semua dan bagi tuan rumah tentunya,” kata Margiono seraya ditimpali dengan tepukan tangan oleh undangan.

Sebelum pendeklarasian Penyengat sebagai warisan budaya Dunia, terlebih dahulindilakukan rangkaian kegiatan yang mengikuti. Yakni diawali dengan konvensi bahasa di Grdung Daerah dan meninjau warisan budaya yang berada di Sungai Carang.

 

Sumber: Humas Pemerintah Provinsi Kepri