Nasional

Pilkada DKI Diprediksi Bakal Diikuti Tiga Pasangan Calon

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda memprediksi, Pilkada DKI Jakarta 2017 mulai diikuti tidak lebih dari tiga pasangan calon kepala daerah.

Tiga pasangan itu merefleksikan tiga poros kekuatan besar.

“Saya prediksi mungkin cuma beberapa atau tiga poros saja,” ujar Hanta dalam diskusi ‘Menakar Kandidat Kuat Gubernur DKI Jakarta 2017’, di Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Poros pertama, terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem yg mulai mengusung pasangan petahana, Basuki Tjahja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.

(Baca: Survei Poltracking: Elektabilitas Ahok-Djarot Bakal Keok Lawan Risma-Sandiaga)

Berikutnya, poros yg dibangun Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan, yg diprediksi mulai mengusung Yusril Ihza Mahendra sebagai calon gubernur.

Adapun, poros terakhir yaitu gabungan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, yg diperkirakan mulai mengusung pasangan Sandiaga Uno-Mardani Ali Sera.

(Baca: Mardani Cerita soal Dukungan Gerindra dan PKS)

Khusus buat pasangan ini, Presiden PKS Sohibul Iman sebelumya mengklaim sudah mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Namun, klaim tersebut dibantah Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria.

“Kalau nanti ada tiga poros, maka pilkada mulai berlangsung beberapa putaran. Karena di DKI ini harus 50 persen plus satu,” ujar Hanta.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuziy juga menyatakan hal senada.

Menurut dia, seandainya Pilkada DKI diikuti tiga pasangan calon kepala daerah, maka masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bagi menentukan siapa calon kepala daerah yg dianggap lebih layak memimpin Ibu Kota.

“Saya kira pilkada ini mulai diikuti tiga pasangan calon,” ujar Romahurmuziy.

Sumber: http://nasional.kompas.com