Nasional

Pimpinan Komisi III Sapa Komjen Syafruddin Dengan Sebutan “Calon Wakapolri”

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat melangsungkan pertemuan kerja dengan jajaran kepolisian buat membahas sejumlah isu aktual. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian hadir dalam meeting kerja tersebut.

Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa yg memimpin pertemuan kerja sempat memanggil Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdikpol) Komjen Pol Syafruddin dengan sebutan “calon wakapolri” di awal pembukaan rapat.

Syafruddin pada kesempatan tersebut duduk tepat di samping kiri Tito.

“Selamat siang, Pak Kapolri. Selamat siang, Pak Calon Wakapolri,” kata Desmond di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan tidak hadir dalam kesempatan tersebut.

Tito menuturkan, Budi tengah melakukan persiapan jelang uji kepatutan dan kelayakan calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

“Bapak Wakapolri minta izin karena mau mempersiapkan, menghadapi fit and proper test kepala BIN,” ujar Tito.

Syafruddin sempat menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin, di Ruang Pimpinan DPR, Jumat (2/9/2016).

Ade menuturkan, dirinya dan Sjafruddin yaitu kawan lama yg tidak jarang bertemu. Namun, dalam beberapa pekan terakhir keduanya cukup intens berkomunikasi, baik segera maupun melalui sambungan telepon.

Namun, ia tidak membeberkan lebih lanjut mengenai pertemuannya dengan Syafruddin. Ade menegaskan, obrolan yg dikerjakan lebih kepada obrolan pribadi dan bukan persoalan pekerjaan.

(Baca: Kalemdikpol Polri Komjen Syafruddin Bertemu Ketua DPR, Ada Apa?)

Saat disinggung wartawan, apakah kedatangan Syafruddin adalah buat meminta restu seandainya ditunjuk menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Pol Budi Gunawan, Ade enggan berkomentar banyak.

Menurut dia, pergantian Wakapolri yaitu hak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Pak Syafruddin ngapain minta restu ke saya? Enggak ada urusan dengan parlemen. Beliau ini kalau pun iya (ditunjuk jadi Wakapolri) dan Insya Allah iya, yg teken kan Pak Tito. Atasan Pak Tito Presiden RI. Saya legislatif,” kata politisi Partai Golkar itu.

Seiring keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), maka posisi Wakil Kepala Polri yg diduduki Budi harus diisi sosok perwira Polri lain.

Salah sesuatu jenderal bintang tiga Komjen (Pol) Syafruddin mengaku bahwa posisi wakil kepala Polri yaitu keputusan sepenuhnya Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Syafrudin menegaskan, dia bersiap menjalankan amanah itu seandainya Tito menunjuk dirinya. “Saya siaplah,” ujar Syafruddin.

(Baca: Komjen Syafruddin Siap Gantikan Budi Gunawan Sebagai Wakapolri)

Sumber: http://nasional.kompas.com