Nasional

Pimpinan Komisi IX Minta Kebijakan Bebas Visa Dicabut

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi IX Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah langsung mengevaluasi dan mencabut kebijakan bebas visa. Kebijakan itu dinilai sudah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Belakangan, kata Saleh, kian banyak tenaga kerja asing yg menyalahgunakan program bebas visa bagi bekerja di Indonesia.

Fakta itu diperkuat dengan sejumlah penangkapan yg dikerjakan Kementerian Ketenagakerjaan, Ditjen Imigrasi dan Polri.

(Baca: Fadli Zon Minta Pemerintah Cabut Kebijakan Bebas Visa)

“Ada dua alasan mengapa kebijakan bebas visa itu harus dicabut,” kata Saleh melalui informasi tertulis, Jumat (23/12/2016).

Pertama, Saleh menilai kebijakan bebas visa yg pada awalnya dibuat buat menaikkan kunjungan wisatawan, tidak terbukti berhasil.

Bahkan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, kunjungan asing ke Indonesia pada 2016 menurun ketimbang sesuatu tahun sebelumnya.

“Tahun 2015 jumlah kunjungan WNA adalah 8.526.490 orang. Sementara tahun 2016 ini menurun menjadi 8.278.819. Itu artinya ada penurunan,” kata Politisi PAN itu.

Kebijakan bebas visa juga dinilai sudah menghilangkan potensi Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1,3 triliun.

Sebab dengan kebijakan tersebut, penerimaan negara dari biaya penerbitan visa reguler dan on arrival menjadi hilang.

(Baca: Banyak Pelanggaran, Ditjen Imigrasi Kaji Ulang Kebijakan Bebas Visa)

Ketiga, pemerintah dianggap masih belum maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap WNA yg masuk ke Indonesia.

“Akibatnya, ada banyak temuan dimana visa kunjungan wisata juga digunakan buat kerja. Begitu juga koordinasi antar kementerian lembaga terkait belum berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sumber: http://nasional.kompas.com