Opini

Piramida Garut dan Teori Darwin

info Tanjungpinang – Beberapa tahun lalu kita di hebohkan dengan penemuan Piramida di Garut. Gunung yang sekian lama di gunakan oleh petani untuk bercocok tanam itu,diperkirakan adalah Piramida. Banyak pandangan skeptis terhadap penemuan ini, di katakan terlalu mengada ada. Apalagi Piramida itu di perkirakan di buat pada 10 ribu tahun yang lalu. Sebenarnya Negara kita sudah berpengalaman pada penemuan bangunan kuno, sebut saja candi Borobudur yang di duga hilang secara gaib nyatanya malah di temukan oleh para arkeolog Belanda. Begitu juga kerajaan Sriwijaya(7-12M) yang hanya diceritakan dari mulut kemulut, tidak diketahui pasti dimana ibukotanya.

Piramida Garut dan Teori Darwin
Piramida Garut dan Teori Darwin

Kerajaan yang sudah terkubur sekian ratus tahun itu baru dapat dilacak kembali jejak-jejaknya oleh sejarawan Belanda, ia mengeluarkan teori yang mengatakan Sriwijaya dulunya berpusat disekitar kota Palembang, barulah kemudian kita ikut-ikutan percaya. Sekarang begitu juga disaat para ahli memperkirakan sebuah gunung di Garut itu adalah struktur Piramida yang dibuat manusia, kitapun terkejut dan tidak percaya. Karena kita terlalu terpaku pada, “kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan pertama di Nusantara yang didirikan pada awal abad ke VII M dan berakhir pada abad ke XII M”. Jadi manusia yang menghuni Nusantara sebelum abad ke I adalah manusia primitive yang hidup digua dan tidak berperadaban. Dengan demikian tanpa sadar kita juga memberikan pembenaran pada Teori Darwin, “kita berasal dari Pithecanthropus”. Walau Darwin sendiri tidak dapat memastikan kapan tepatnya para manusia purba itu berubah wujud menjadi Homo Sapiens.

Sebenarnya ada terlalu banyak teka-teki didunia ini. Ilmu pengetahuan terus mencoba mencari jawaban asal-usul manusia. Dulu teori Darwin begitu spektakuler menampar para spiritualis dengan analisa dan teori-teori yang mematahkan kepercayaan manusia yang percaya bahwa Adam AS adalah manusia cerdas pertama yang hidup dibumi. Fosil-fosil makhluk purbakala seperti Dinosaurus yang diperkirakan hidup 100 juta tahun, serta fosil manusia purba seperti Pithecanthropus yang hidup pada kisaran 1juta tahun yang lalu, menggoyahkan kepercayaan sebagian umat manusia akan sosok Adam AS. Apalagi manusia-manusia purbakala itu sangat identik dengan manusia sekarang, sehingga timbul teori yang menyatakan “manusia berasal dari hewan sejenis kera”. Tidak sedikit orang yang dulunya religius malah menjadi sekuler karena dipengaruhi oleh teori Darwin yang didasarkan pada ilmu pengetahuan itu.

Namun begitulah adanya ilmu pengetahuan, bagaimanapun tetap berupa teori yang terus berkembang dari waktu kewaktu. Kini tahun 2013, ilmu pengetahuan sudah semakin maju, pencarian terhadap situs-situs sejarah terus dilakukan dengan alat-alat yang jauh lebih modern daripada zaman Darwin dulu. Fakta-fakta unik yang terpahat dibebatuan mesolitikum telah mempermalukan para pengikut Teori Darwin. Sebut saja jari manusia yang diperkirakan berusia sekitar 100juta tahun yang lalu, ditemukannya bahtera Nabi Nuh AS, ditemukannya benda menyerupai batre di Iraq yang berasal dari peradaban kuno (Mesopotamia, Assyria, Babylonia, Sumeria), kemudian ditemukannya gudang nuklir di Gabon (Afrika) yang diperkirakan berusia 6juta tahun yang lalu, serta ditemukannya bekas radiasi nuklir di India yang diperkirakan berusia 10ribu tahun yang lalu.

Penemuan-penemuan ini jelas telah mematahkan teori Darwin yang mengatakan manusia berevolusi dari hewan sejenis kera. Dengan asumsi volume otak pithecanthropus yang berukuran 700-800cc kemudian terus berkembang sehingga wujudlah generasi berikutnya yang hidup dikisaran tahun 35.000-20.000 tahun yang lalu dengan volume otak 1600cc dikenal dengan nama Cro Magnon. Dari manusia inilah berevolusi menjadi manusia yang membentuk peradaban mesir kuno 5000 tahun yang lalu. Darwin sendiri juga tak dapat menjelaskan penurunan volume otak manusia Cro Magnon 1600cc menjadi manusia modern yang hanya memiliki volume otak 1400-1500cc.

Jika melihat hasil penemuan pada zaman sekarang tentulah ada banyak kejanggalan yang mematahkan teori Darwin. Menurut teori Darwin manusia purba wujud pertama sekali didunia ini adalah Ramathipus yang hidup pada era 20juta tahun yang lalu. Sedangkan penemuan terbaru berupa jejak kaki yang menggunakan sandal malah diperkirakan hidup sekitar 100 juta tahun yang lalu. Ramathipus yang dideskripsikan begitu primitif tidak mungkin menggunakan sandal, kenapa bisa manusia yang hidup 100juta tahun yang lalu malah menggunakan sandal? Lalu manusia Cro Magnon yang hidup 35.000-20.000 tahun yang lalu dideskripsikan belum mengenal cara mengolah logam, bagaimana mungkin manusia Gabon yang hidup pada 6 juta tahun yang lalu malah sudah mampu mengolah uranium menjadi teknologi nuklir?

Kembali ke masalah Piramida, didunia ini umumnya diketahui ada dua peradaban kuno yang membangun Piramida yaitu Mesir dan di Amerika latin. Di Mesir Piramida berfungsi sebagai tempat pemakaman raja, sedang di Amerika Piramida berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan. Sedangkan pada tahun 2005 lalu dunia dihebohkan pula dengan penemuan Piramida Bosnia yang diperkirakan dibangun pada 5000 tahun yang lalu. Piramida Mexico pula diperkirakan dibangun pada 3ribu tahun yang lalu. Sedang Piramida Bosnia sendiri masih tetap menjadi kontradiksi, apakah ia dibangun sebelum atau sesudah Piramida Mesir. Sampai sekarang para sejarawan masih berusaha melakukan penelitian tentang itu.

Bosnia dan Mesir masih terhitung satu daratan, walaupun berada cukup jauh dan berbeda benua. Namun keduanya masih bisa ditempuh melalui jalur darat(menyusuri semenanjung Sinai). Kita masih heran bagaimana caranya berita tentang Piramida itu bisa sampai di Mexico, sehingga ada juga peradaban dengan bangunan batu tersebut. Apakah hanya ide yang sama ditempat yang berbeda? Seperti kita ketahui pertemuan peradaban antara benua Eropa dan benua Amerika pertama kali terjadi pada abad ke 11M, yaitu kedatangan bangsa Viking di Kanada yang pada saat itu mereka melakukan kontak dengan suku Cheeroke.

Sedangkan bangsa Arab juga pernah mendarat di Amerika Selatan pada awal abad 12M untuk berdagang, namun dikarenakan penduduk disana tidak begitu tertarik pada perdagangan maka para penjelah dari Arab itu tidak meneruskan ekspedisinya dan pulang ke Andalusia(Spanyol Lama). Yang paling dihargai dan diingat adalah Columbus yang menemukan San Salvador pada 1492 M (dianggap menemukan Benua Amerika) & juga Amerigo Vespuci. Kontak asimilasi antara Eropa dan Amerika baru mulai terjadi pada akhir abad ke 16M. Bagaimana caranya bangsa Aztec mampu membangun Piramida pada Abad 10SM? padahal pada saat bangsa Eropa menjelahi bumi Amerika, dikatakan bahwa penduduk asli disana adalah kaum nomaden dan primitive. Bagaimana caranya leluhur mereka membangun Piramida yang begitu rumit cara pembuatannya? Sedang anak cucu mereka yang hidup 2500 tahun kemudian adalah kaum yang terbelakang?

Kita harus menyadari kemajuan peradaban manusia itu ada turun naiknya. Sejarah sendiri sudah menjelaskan itu. Sebut saja kemajuan kaum Nabi Luth, kaum Nabi Nuh, kerajaan Ba’albek dan masih banyak lagi. Ketika suatu peradaban hancur maka akan hadir tata kehidupan baru yang mulai dari awal dan hanya menerusi sedikit ilmu pengetahuan dari peradaban sebelumnya.

Neil Amstrong sudah menjejakkan kakinya dibulan 30 tahun yang lalu, sedang Negara kita masih banyak yang tidak tamat sekolah dasar. 5000 tahun yang lalu bangsa Mesir membuat Piramida yang sampai sekarang masih membuat kita bingung, bagaimana caranya manusia pada zaman dulu mampu memindahkan batu-batu yang berasal dari dasar sungai Nil ? sedangkan penduduk di dunia sekarang ini saja masih banyak yang tidak tahu bagaimana caranya menghitung Volume segitiga.

Intelegensi suatu peradaban selalu diukur dari bangunan yang mereka buat. Jika benar begitu maka peradaban bangsa Mesir yang hidup pada 5000 tahun lalu lah yang menjadi pemenangnya. Bangunan itu tentu tahan dari terjangan gempa bumi ataupun tsunami. Sedang bangunan sekarang sangat rentan akan kedua bencana itu.

Pada zaman megalitikum manusia memang mahir memanfaatkan batu untuk kemudian dibuat menjadi sebuah mahakarya, jika dibandingkan dengan bangunan sekarang yang masih banyak yang terbuat dari rumbia. Bahkan bahtera Nabi Nuh juga jauh lebih besar daripada kapal-kapal yang ada pada zaman sekarang.

Seandainya nanti para ahli berhasil membuktikan Piramida di Garut benar-benar buatan manusia-manusia pintar yang hidup dinegeri ini pada 10 ribu tahun yang lalu. Ada banyak keuntungan yang kita dapatkan, diantaranya kita bangga hidup disebuah negeri yang memiliki sejarah yang gemilang, kemudian pariwisata kita juga akan semakin maju namun ada beberapa hal yang sangat menyakitkan yang menjadi kerugian besar yang harus kita terima, yaitu kenapa penemu situs sejarah bangsa ini adalah orang asing? Kenapa kita baru bisa percaya akan kegemilangan sejarah bangsa ini setelah dijelaskan oleh orang asing terlebih dulu? Kenapa kita lagi-lagi menyepelekan sejarah bangsa sendiri? Kenapa kita lagi-lagi menyepelekan kekayaan negeri sendiri?

Bagaimanapun berbagai penemuan situs-situs sejarah akan mampu menguak sedikit demi sedikit sejarah umat manusia yang masih menjadi misteri. Kapan dan dimana Adam AS pertama kali turun kedunia lama-kelamaan akan dapat diprediksi. Jika kita berpegang pada pengetahuan umum yang memperkirakan Adam AS turun kedunia pada tahun 5872-4942SM tentulah akan sangat rancu adanya jika saja Piramida di Garut ini memang benar-benar adalah ciptaan manusia. Kalau benar Adam Turun pada era 5872 SM, lalu siapa yang membangun Piramida di Garut itu? kemudian bagaimana pula caranya sebuah peradaban dari nol berkembang begitu cepatnya sehingga mampu membentuk masyarakat yang sangat maju di Mesir pada tahun 3100 SM? Selang waktu kira-kira 2500-3000 tahun itu apakah cukup untuk membuat sebuah peradaban sebesar Mesir? Sedangkan menurut pandangan kuno itu, Nuh AS turun pada era 3993-3043 SM.

Pertanyaan yang timbul tentunya, apakah benar peradaban Mesir hadir setelah terjadi banjir besar? Kalau ia, berarti peradaban pada masa nabi Nuh tentunya jauh lebih maju lagi dari bangsa Mesir sendiri? Masalahnya apakah mungkin peradaban pada 3993 SM itu telah berkembang sebegitu majunya mengingat Adam saja turun ditahun 5872?  Semua pertanyaan inilah yang membuat kita harus terus membuka fikiran untuk mencari jawabannya. Memang benar ilmu pengetahuan manusia takkan mampu membongkar seluruh misteri dari Allah SWT namun alangkah jauh lebih baik jika kita terus mempelajari segala apa yang ada dialam raya ini. Dengan tujuan tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk mempertebal iman kita, iman tanpa kepercayaan tentunya sangat aneh. Lagipula segala ilmu pengetahuan takkan mampu menentang kebenaran Al Qur’an. Segala macam bidang ilmu didunia ini akan terus “mengiyakan” Al Qur’an.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Albaqarah: 30)

Pada akhirnya nanti kita akan mengerti siapa penghuni bumi sebelum Manusia(Adam), makhluk apakah yang telah meninggalkan kecemerlangan akalnya yang masih tersisa sampai sekarang. Dan itu tentu akan membantu kita untuk terus-menerus dan tanpa henti mengagumi Al Qur’an yang tidak terbantahkan. Tentunya itu akan menambah iman kita, menambah nikmat kita dalam beribadah. Belajar dan terus belajar bukanlah berusaha membantah kekuasaan Allah SWT, tetapi malah sebaliknya.

Dengan belajar kita akan terus melakukan pembenaran terhadap ketentuan-ketentuan Allah SWT baik yang sudah ataupun yang belum berlaku. Saat ini ada kemungkinan Adam itu turun kedunia pada kisaran 20-15ribu tahun yang lalu dengan asumsi peradaban purba kala yang terakhir adalah manusia Cro Magnon (35000-20000 tahun yang lalu), setelah perusakan alam yang dilakukan oleh makhluk-makhluk terdahulu. Maka diturunkanlah Adam AS untuk menjadi khalifah dimuka bumi dari generasi ke generasi. Allahualam, tetapi saat ini itulah yang dapat saya simpulkan dari segala penemuan-penumuan pada saat ini. Yang jelas, pesan-pesan dari situs-situs kuno yang ditemukan sekarang adalah kita tidak boleh kufur akan nikmat hidup didunia ini. Dan jelas sekali bahwa manusia bukan berasal dari hewan sejenis kera.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29)

 

Oleh: M Zulfahri Afiat