Nasional

Polisi Gagalkan Keberangkatan Tujuh WNI Ke Suriah, Salah Satunya Penyandang Dana

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, polisi menggagalkan keberangkatan tujuh warga negara Indonesia (WNI) ke Suriah dalam rangka bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun, cuma tiga dari mereka yg ditetapkan sebagai tersangka, merupakan AMF, A, dan W.

“Awalnya tujuh orang, kemudian yg kuat dijadikan tersangka berkaitan dengan adanya dugaan perencanaan aksi terorisme cuma tiga orang,” ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Sementara empat orang lainnya cuma diperiksa sebagai saksi karena tak terbukti melakukan unsur pidana.

Penangkapan dikerjakan di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Kamis (22/9/2016) lalu. Penangkapan mereka yaitu hasil pengintaian polisi yg mendapat keterangan dari intelijen.

(Baca: Polisi Bekuk Pimpinan Kelompok Teroris yg Berangkatkan WNI ke Suriah)

Boy mengatakan, salah sesuatu tersangka diketahui sebagai penyandang dana buat persiapan keberangkatan ke Suriah.

“Yang ditangkap berinisial W itu katanya yg mendanai. Yang jelas katakanlah mendukung keuangan keberangkatan,” kata Boy.

Namun, belum diketahui sumber dana yg diberikan W bagi keberangkatan itu, apakah dari kocek pribadi atau pihak lain. Dari pengembangan pemeriksaan para tersangka dan empat saksi tersebut, diketahui ada dalang yg memfasilitasi keberangkatan mereka.

Polisi akhirnya juga menangkap AR alias Abu Fauzan, Rabu pagi di Bekasi. Sebelum berangkat ke Suriah, Fauzan memberi pembekalan berupa pelatihan dan motivasi kepada kelompok mereka.

“Termasuk mengajari teknis persiapan berbohong kalau tertangkap dan berkelit dari jeratan petugas,” kata Boy.

Para tersangka dijerat Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Kompas TV 4 WNI Terduga Teroris Ditangkap

Sumber: http://nasional.kompas.com

Nasional

Polisi Gagalkan Keberangkatan Tujuh WNI Ke Suriah, Salah Satunya Penyandang Dana

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, polisi menggagalkan keberangkatan tujuh warga negara Indonesia (WNI) ke Suriah dalam rangka bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun, cuma tiga dari mereka yg ditetapkan sebagai tersangka, merupakan AMF, A, dan W.

“Awalnya tujuh orang, kemudian yg kuat dijadikan tersangka berkaitan dengan adanya dugaan perencanaan aksi terorisme cuma tiga orang,” ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Sementara empat orang lainnya cuma diperiksa sebagai saksi karena tak terbukti melakukan unsur pidana.

Penangkapan dikerjakan di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Kamis (22/9/2016) lalu. Penangkapan mereka yaitu hasil pengintaian polisi yg mendapat keterangan dari intelijen.

(Baca: Polisi Bekuk Pimpinan Kelompok Teroris yg Berangkatkan WNI ke Suriah)

Boy mengatakan, salah sesuatu tersangka diketahui sebagai penyandang dana buat persiapan keberangkatan ke Suriah.

“Yang ditangkap berinisial W itu katanya yg mendanai. Yang jelas katakanlah mendukung keuangan keberangkatan,” kata Boy.

Namun, belum diketahui sumber dana yg diberikan W bagi keberangkatan itu, apakah dari kocek pribadi atau pihak lain. Dari pengembangan pemeriksaan para tersangka dan empat saksi tersebut, diketahui ada dalang yg memfasilitasi keberangkatan mereka.

Polisi akhirnya juga menangkap AR alias Abu Fauzan, Rabu pagi di Bekasi. Sebelum berangkat ke Suriah, Fauzan memberi pembekalan berupa pelatihan dan motivasi kepada kelompok mereka.

“Termasuk mengajari teknis persiapan berbohong kalau tertangkap dan berkelit dari jeratan petugas,” kata Boy.

Para tersangka dijerat Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Kompas TV 4 WNI Terduga Teroris Ditangkap

Sumber: http://nasional.kompas.com