Kepri Tanjungpinang

Promosi Wisata Bahari dengan Festival Laut Kota Tanjungpinang

info Tanjungpinang – Untuk melestarikan tradisi dan budaya kearifan lokal dan peningkatan potensi pariwisata di Kota Tanjungpinang, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Acara Festival Laut tahun 2014. Kegiatan yang digelar di Perairan Pantai Tanjung Siambang, dibuka secara resmi di buka Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd, di Perairan Pantai Tanjung Siambang, Pulau Dompak Tanjungpinang, Jum’at, 20 Juni 2014.

Promosi Wisata Bahari dengan Festival Laut Kota Tanjungpinang
Promosi Wisata Bahari dengan Festival Laut Kota Tanjungpinang (Foto: haluankepri.com)

Sementara itu, Drs. M. Juramadi Esram, MT, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang, mengatakan kegiatan itu salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya kearifan lokal, yang harus diaktualisasikan sehingga nilai-nilai budaya, menjadi  suatu bentuk dari karakter masyarakat di Kota Tanjungpinang.

Kegiatan itu juga untuk melestarikan tradisi dan budaya bahari di Kota Tanjungpinang dan bertujuan untuk meningkatkan potensi kepariwisataan daerah. Selain itu juga untuk menarik wisatawan lokal maupun internasional, dapat menikmati dan menyukai objek wisata pesisir sebagai salah satu icon pariwisata Kota Tanjungpinang, khususnya di perairan Tanjung Siambang.

Gelaran Festival Laut tahun 2014, akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 20 sampai dengan tanggal 21 Juni 201. Perlombaan yang akan digelar antara lain sampan layar, perlombaan jong, perlombaan perahu, sampan dayung, tangkap itik, lomba melukis daan mewarnai, serta festival layang-layang.

Khusus festival layang-layang akan dilaksanakan terpisah pada bulan Agustus yang akan datang, bertempat di areal Rimba Jaya, Kelurahan Kemboja, Tanjungpinang.

Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul,S.Pd dalam sambutannya mengatakan, Festival laut yang diselenggarakan Pemko Tanjungpinang yang ke tiga kalinya itu, merupakan wadah untuk melestarikan budaya kelautan masyarakat Tanjungpinang.

Tradisi masyarakat pesisir itu merupakan salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, disamping itu juga dapat mempromosikan potensi wisata bahari kepada wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Syahrul mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu membangun sektor kepariwisataan daerah, yang mana sektor pariwisata merupakan sumber pendapatan asli daerah yang sangat pontesial.

Berkaitan dengan Pulau Basing, ada peninggalan sejarah Belanda berupa bangunan penjara yang berusia tua ratusan tahun. Kawasan itu dapat dijadikan salah satu kawasan wisata sejarah yang potensial. Oleh karena itu, pemerintah akan berupaya melakukan koordinasi dan sosialisasi terlebih dahulu, bagaimana agar pulau kawasan pulau basing ini dapat dikembangkan sebagai sektor pariwisata.

Kedepannya Dinas Pariwisata akan mengkaji terlebih dahulu, untuk dapat mengungkap sejarahnya, sehingga kemudian dapat dipublikasikan dan dikenalkan kepada masyarakat jika kawasan itu merupakan destinasi baru di Kota Tanjungpinang. (NA)

 

Sumber:Humas Pemko Tanjungpinang