Opini Tanjungpinang

Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang

info TanjungpinangPulau Penyengat Kota Tanjungpinang. Pulau penyengat adalah tempat bersejarah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan peradaban Melayu Johor-Riau. Dipulau itu terdapat banyak bangunan bersejarah yang dulu aktif digunakan oleh pihak Kerajaan Riau Lingga. Untuk menyebut kerajaan Johor Riau memang bisa menggunakan banyak sebutan, terkadang para tetua atau kaum sejarawan juga menyebut kerajaan Melayu Johor-Riau dengan sebutan kerajaan Melayu Riau-Lingga-Johor-Pahang karena pada suatu ketika dulu, keempat daerah yang disebut tadi memang merupakan suatu kesatuan sistem pemerintahan.

Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang
Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang (pic panoramio.com)

Kini penyebutan Riau-Lingga-Johor-Pahang biasa disebut kerajaan Riau Lingga saja, mengingat Johor dan Pahang berada dalam negara yang berbeda. Riau Lingga menjadi salah satu provinsi-kabupaten di Indonesia sedang Johor Pahang menjadi bagian negeri dari negara Malaysia. Keempat daerah ini pula pada suatu ketika dulu akhirnya berpisah secara administratif akibat campur tangan pihak Inggris-Belanda. Pembagian wilayah oleh Belanda dan Inggris dikenal dengan nama Traktat London atau London treaty.

Kerajaan Johor dan Pahang berada dibawah pengaruh Inggris, sedangkan kerajaan Riau Lingga berada dalam kekuasaan Belanda. Penyebutan Riau Lingga pula sebenarnya dikarenakan letak geografis. Sejak dulu kala sebenarnya Riau itu ditujukan untuk kawasan hulu sungai di Pulau Bintan, sekarang dikenal dengan nama sungai carang. Kawasan itu dibuka sebagai kelanjutan dari kerajaan Johor yang berpindah ibukotanya ke kawasan Hulu Riau dikarenakan alasan keamanan.

Dari Hulu Riau inilah dikemudian hari pusat pemerintahan berpindah ke Penyengat dan kemudian ke Daik Lingga hingga waktu terus bergulir kembali lagi ke Penyengat. Dikarenakan letak ibukota kerajaan yang berpindah-pindah ini masyarakat zaman sekarang akhirnya menyebut kerajaan Melayu yang dulu berkuasa disana dengan sebutan Johor-Pahang-Riau-Lingga sekaligus, karena terasa tidak bijak jika menyebutnya sebagai keraan Riau saja, seolah tidak mementingkan eksistensi peran daerah lainnya.

Satu yang masih harus menjadi perhatian pada masa sekarang ialah nama Riau-Lingga yang dari dulu biasa digunakan untuk menyebut kerajaan Melayu yang dulu berkuasa dikawasan Kepulauan Riau ialah karena sekarang kawasan Riau itu lebih identik dengan sebuah provinsi yang berada disisi Timur pulau Sumatera dengan ibukota Pekanbaru. Riau memang merupakan sebuah Provinsi induk dari Kepulauan Riau pada masa sebelum pembentukan provinsi Kepulauan Riau.

Pada waktu itu Kepulauan Riau merupakan salah satu Kabupaten dari Riau. Patut diingat pula, pada masa awal berdirinya provinsi Riau, ibukota Riau itu sebenarnya ada di Tanjungpinang karena berbagai macam alasan akhirnya ibukota Riau berpindah ke Pekanbaru. Sekarang negeri yang dulunya dikenal sebagai kawasan Riau akhirnya memaksa dirinya untuk nyaman dalam penyebutan sebagai Kepulauan Riau walaupun sebenarnya jiwa Riau itu berada di Kepulauan Riau. Untuk urusan alur sejarah, kawasan Kepulauan Riau dulunya ialah sebuah kerajaan Melayu Riau-Lingga sedang di Riau sendiri sebenarnya berkuasa kerajaan Siak yang secara politik dan geografis sebenarnya berseberangan dengan Kerajaan Riau Lingga.

Para pemuka adat dan cendikiawan sekarang sebenarnya sepakat untuk tidak mempersoalkan masalah lampau terkait perebutan tahta Johor oleh Raja Kecik, yang penting sekarang masyarakat provinsi Kepulauan Riau dan Riau sama-sama berusaha mempertahankan adat budaya Melayu, namun yang perlu menjadi pertimbangan serius ialah tsayat adanya kesalah pahaman persepsi anak muda masa mendatang yang telah meresap jiwanya cinta pada bumi Segantang Lada kemudian saat ia pergi berziarah kemakam para pembesar Kerajaan Melayu yang berkuasa pada masa lalu, ia menemukan tulisan-tulisan disana yang bertuliskan Riau-Lingga-Johor-Pahang, lalu mana tulisan Kepulauan Riau?

Sebenarnya yang terpenting bukanlah menuliskan sejarah tersebut menjadi Kepulauan Riau-Lingga-Johor-Pahang tetapi pemahaman sejarah yang harus ditulis dibuku-buku pelajaran sejarah maupun pelajaran bahasa Indonesia. Seperti diketahui umum, bahwa bahasa Indonesia itu berasal dari sebuah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Riau, maksud Riau disini bukanlah Provinsi Riau yang dikenal sekarang beribukota Pekanbaru tetapi maksud disitu ialah Riau yang sekarang dikenal dengan nama Provinsi Kepulauan Riau dengan bagian administratifnya meliputi Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Anambas, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang.

Semua situs sejarah dan kenangan masa lalu tinggallah sejarah, terpulang pula ke generasi muda di Kepulauan Riau apakah mereka mau mengenang serajah mereka atau tidak, apakah mereka menghargai sejarah mereka atau tidak. Disinilah letak permasalahan intern yang ada di Kepulauan Riau, mayoritas generasi muda terbiarkan untuk menjadi buta sejarah, mereka lebih mengerti sejarah Eropa atau Timur tengah daripada sejarah bangsa Indonesia, bahkan sejarah Kampung halaman mereka pun terpaksa menanti sentuhan tangan-tangan para ahli dari luar Kepulauan Riau, sepertinya kita memang berhasil menjaga warisan sejarah kita sayangnya kita tidak bisa mengembangkan sumber-sumber sejarah kita menjadi sesuatu yang aktual yang bisa berkesan pada alur cerita sejarah dunia.

Sampai kapan kita akan menunggu hasil kajian para sejarawan asing jika pemuda-pemudi Kepri terbiarkan dalam kekosongan ilmu sejarah? Bagaimanapun sejarah tetaplah sejarah, rentetan kejadian masa dulu yang membawa kita kedalam kondisi sosial hari ini, hal yang tetap harus diingat dalam mempelajari sejarah adalah fokus kita tetap harus pada masa depan.

Kebanyakan Generasi muda sudah terlanjur membiarkan sejarah besar yang terukir di Kepulauan Riau ini, mereka yang tak tau akan bergumam “yang sudah itu sudah lah”, jika generasi tua sudah menyisakan kejayaan masa lampau yang gemilang, lalu kita tidak menghargai mereka, kita bisa menumpang bangga pada kejayaan Kepulauan Riau pada masa lampau tapi apakah generasi masa mendatang akan bangga pada apa yang kita lsayakan hari ini? apa yang akan kita berikan kepada generasi Kepulauan Riau pada masa mendatang? Sedang, adanya sejarah masa lampau saja kita tidak menghargai, ini pula generasi mendatang yang tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan oleh generasi sekarang.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai pulau penyengat.

 

Oleh: M Zulfahri Afiat

Comments

  1. ketika saya berkunjung ke Tanjungpinang, saya lupa untuk berkunjung ke tempat ini. rasanya meyesal tidak singgah di pulau ini. insyaALLAH bulan Maret 2015 saya akan ke Tanjungpinang lagi dan akan mampir ke tempat ini. apakah disini masih ada dokumen sejarah kerajaan melayu di Pulau penyengat?apakah ada kaitannya dengan hutan lindung Bukit Kucing di tengah kota Tanjungpinang?
    terimakasih
    salam dari dingin nya kota Matsudo Jepang
    Akhmad