Politik

Serahkan DIM Ke Pemerintah, DPR Bentuk Panja RUU Terorisme

Panitia Khusus (Pansus) RUU Terorisme menyerahkan Daftar Inventaris Masalah (DIM) ke pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Lewat penyerahan DIM tersebut, Pansus menyepakati membentuk Panitia Kerja (Panja) yg bertugas menyempurnakan pembahasan RUU Terorisme.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Ketua Pansus RUU Terorisme, M Syafi’i menjelaskan, RUU Terorisme berkembang dan dibagi menjadi tiga hal. Yakni pencegahan, penindakan dan penanganan pasca peristiwa terorisme.

“Akibat adanya pengembangan itu pembagian makanya pembahasan mampu melibatkan 17 kementerian dan lembaga dalam penanganan teroris,” kata Syafi’i di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/12).

Politikus Gerindra ini menambahkan, pembahasan RUU Terorisme semakin komprehensif. Ada dua hal yg bisa diambil oleh Pansus usai melakukan kunjungan ke sejumlah institusi.

“Ternyata sebenarnya penanganan terorisme kalian telah milik kekuatan cuma tinggal bagaimana kalian mengharmonikannya dalam UU,” ujarnya.

Dia mengutarakan Pansus menginginkan adanya leading sector dalam penanganan terorisme. Sebab, penanganan terorisme sudah dibagi menjadi tiga hal, yakni pencegahan, penindakan dan penanganan pasca peristiwa.

“Kita membutuhkan leading sector karena sifatnya tak cuma penindakan, karena ada pencegahan dan penanganan pasca peristiwa,” jelasnya.

“BNPT fungsinya koordinasi tetapi sifatnya baru pada level operasional bagaimana kalau kalian kembangkan dalam UU,” sambungnya.

Dalam kesempatan yg sama, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yg menerima DIM tersebut mengatakan bahwa pemerintah mengapresiasi kinerja Pansus. Usai menerima DIM, pemerintah menyatakan kesiapannya buat menindaklanjutinya bersama Panja RUU Terorisme.

“Agar RUU ini mampu menjadi UU yg baik dalam memberantas terorisme,” ujarnya.
Sumber: http://www.merdeka.com