Politik

Setelah Makar, Kini Agus-Sylvi Terseret Penistaan Agama Ahok

Pasangan nomor urut sesuatu Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni kian tersudut dalam pertarungan Pilgub DKI 2017. Setelah terseret masalah dugaan makar Jamran, kini Agus-Sylvi juga disebut dalam sidang masalah penistaan agama Basuki T Purnama ( Ahok).

Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Dalam masalah makar, suami Sylviana Murni, Gde Sardjana diperiksa sebagai saksi atas tersangka Jamran. Polda Metro menyebut, Gde diketahui memberikan uang senilai puluhan juta rupiah kepada Jamran.

Jamran sendiri diakui oleh Partai Demokrat yaitu salah sesuatu relawan pendukung Agus-Sylvi.

Belum selesai di perkara tersebut, dalam persidangan keempat dengan terdakwa Ahok, nama Agus-Sylvi juga kembali terseret. Kali ini, Gus Joy Setiawan disebut yaitu pendukung Agus-Sylvi.

Hal ini diungkap oleh Ahok usai persidangan. Ahok meragukan kesaksian Gus Joy yg dihadirkan sebagai saksi memberatkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Keraguan ini, karena Gus Joy berafiliasi dengan pesaingnya, Agus-Sylvi.

“Itu juga Gus Joy (yang mengaku). Dia juga menyatakan mendukung (Paslon Agus-Sylvi),” katanya usai persidangan di Auditorium, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Mantan Bupati Belitung Timur itu semakin bingung karena Gus Joy di persidangan mengaku statusnya tersebut tak mulai memengaruhi keterangannya di depan majelis hakim. Bahkan, Gus Joy juga memastikan tak ada keterangannya yg dibuat-buat.

“Padahal dia setelah deklarasi, melaporkan saya,” tuturnya.

Tak hanya Ahok, adiknya Fifi Lety Indra juga mempersoalkan status Gus Joy. Menurut dia, Gus Joy adalah salah sesuatu pendukung Agus-Sylvi.

“Gus Joy itu telah melakukan deklarasi dukungan kepada pasangan nomor urut sesuatu merupakan Agus dan Sylvi. Setelah dia melakukan deklarasi itu kemudian dia melaporkan Ahok melakukan dugaan penistaan agama,” kata Adik Ahok, Fifi Lety Indra di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1).

Karena itu Fifi melihat, perkara Ahok sebagai kriminalisasi yg dikerjakan lawan politiknya. Apalagi tak ada sesuatu pun warga Kepulauan Seribu yg mempermasalahkan pidato Ahok dan melaporkan atas tuduhan penistaan agama.

“Saya mau tekankan di sini Ahok sangat di dikriminalisasi. Seperti diketahui polri telah mengeluarkan surat edaran kalau ada pasangan yg melakukan kampanye ada laporan polisi apapun harusnya enggak ditindaklanjuti agar enggak jadi alat politik,” kata dia.

Menurutnya, laporan dugaan penistaan agama yg dikerjakan Front Pembela Islam justru semakin memperkuat aroma kriminalisasi kasus. Dia mengaku masih menelusuri apakah FPI terafiliasi dengan partai politik tertentu atau salah sesuatu kandidat Cagub DKI.

“Terbukti ada satu. Pelapor lainnya FPI ya kita tak tahu atau tidak. Cari aja di google, dicari saja foto-fotonya gitu saja,” ucapnya.

Sumber: http://www.merdeka.com