Politik

Soal Isu Akom Ditarik Ke Pemerintahan, Golkar Serahkan Ke Jokowi

Partai Golkar belum menentukan posisi baru bagi Ade Komarudin (Akom) usai dilengserkan dari kursi Ketua DPR. Beredar rumor, Akom bakal ditarik Presiden Joko Widodo mengisi salah sesuatu kursi menteri Kabinet Kerja atau duta besar Indonesia bagi negara sahabat.

Dapatkan diskon Rp 300,000 bagi tiket libur Natal & Tahun baru-muMenanggapi rumor itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyampaikan seandainya tawaran itu benar, pihaknya menyerahkan keputusan kepada Akom dan Presiden Jokowi. Sebab penunjukkan menteri adalah hak prerogatif Jokowi.

“Jadi kalau ada pernyataannya bila ditawari itu urusannya saudara Akom. Tapi Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya pada Presiden Jokowi-JK karena konstitusi memberi hak prerogatif terhadap presiden,” kata Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (26/12).

Kendati demikian, Idrus menegaskan partai di bawah kepemimpinan Setya Novanto mulai mendukung pemerintahan Jokowi-JK tanpa embel-embel minta jatah menteri.

“Persoalan ada tawaran atau tak Partai Golkar di bawah Setnov konsisten dukung pemerintah Jokowi-JK tanpa ada bargaining karena itu bila ada reshuffle kan di depan semuanya terserah Jokowi-JK,” tegasnya.

Sebelumnya, Akom membantah kabar dirinya mulai ditawari sebagai Duta Besar (Dubes) atau menteri. Menurutnya, dia tak pernah berpikir sampai ke situ.

“Fokus aku soal UMKM. Cita-cita aku bukan jadi orang kaya, konglomerat. Jadi enggak ada pikiran tuh bagi keluar negeri (menjadi Dubes),” sebutnya.

Akom juga menekankan bahwa sampai ketika ini tak ada yg menunjuk atau melempar tawaran jabatan tersebut kepada dirinya.

“Saya enggak mau berpikir seperti itu. Kalau ada tawaran, aku mulai timbang-timbang dulu, aku dapat enggak kerjanya, berguna enggak untuk masyarakat. Sampai ketika ini juga enggak ada tawarannya. Terus terang aku enggak berpikiran seperti itu (jadi dubes),” ungkapnya.
Sumber: http://www.merdeka.com