Kepri Tanjungpinang

Soerya Terima Ulos Dari Warga Situmorang

 info Tanjungpinang – Provinsi Kepri merupakan miniatur mini-nya Indonesia. Di Kepri, berbagai suku bangsa dan agama tinggal dan hidup rukun bersama dalam sebuah payung bernama Bhineka Tunggal Ika. Kondisi ini, Kata Wakil Gubernur Kepri Dr.H.M Soerya Respationo,SH MH merupakan “vitamin” utama pembangunan saat ini. “Saya dengan Pak Jumaga Nadeak (ketua DPRD Kepri) berbeda suku dan agama. Tapi kami sudah bersaudara sejak lama dan saling bahu membahu membangun Kepri ini,” kata Soerya saat pelantikan pengurus Situmorang se-Provinsi Kepri di Gor Temenggung Abdul Jamal, Minggu (22/2).

Soerya Terima Ulos Dari Warga Situmorang
Soerya Terima Ulos Dari Warga Situmorang

Salah satu kunci kerukunan yang ada di Kepri ini, tak lepas dari prinsip utama yaitu dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Prinsip ini menggambarkan bahwa menghormati adat dan kebudayaan daerah merupakan keharusan dan wajib dijalani.

“Kita semua harus bisa bergaul, beradaptasi dan menghormati budaya setempat. Bahkan setiap kreasi yang kita lakukan, harus dipayungi dengan budaya Melayu,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa manusia ketika dilahirkan tidak pernah bisa memilih terlahir masuk ke suku mana. Tetapi Tuhan menempatkan dirinya dilahirkan sebagai suku Jawa dan semua Situmorang yang hadir dalam acara dilahirkan sebagai Batak. “Tentu itu harus kita sukuri,” kata Soerya lagi.

Sementara itu, ketua DPP Situmorang Ir. JB Siringoringo mengatakan bahwa dalam falsafah Batak jika seorang pemimpin datang ke acara masyarakatnya maka dia patut memimpin masyarakatnya. “Terimakasih kepada wakil gubernur atas kehadirannya. Kami mendukung apa yang dicita citakan bisa tercapai,” ungkapnya.

Ia, juga mengatakan bona taon sekaligus pelantikan pengurus DPD dan DPC Situmorang Sipitu Ama di Kepri merupakan suatu kemajuan. Pengurus pusat memberikan aspirasi atas pembentukan pengurus tersebut.

“Kalau dilihat dari latar belakang berbagai profesi tapi kita bisa bersatu, ini merupakan cerminan dan kecintaan untuk kesatuan Situmorang. Ini pesan dari leluhur Manat Mardongan Tubu, Elek Marboru, Somba Marhula Hula. Kalau tidak ada kasih sayang dan kecin taan, kita tidak akan datang. Maka kita harus terus bersatu supaya berkat datang kepada kita,” tutup Siringoringo.

Dalam acara ini, Soerya mendapat kehormatan menerima ulos sebagai simbol kehangatan dan persaudaraan. Tak hanya itu, Ia juga didaulat untuk menari tor-tor dengan tetua marga Situmorang.

Sumber: Pemerintah Provinsi kepri