Nasional

Suciwati Kecewa Terhadap Respons Presiden Jokowi Dalam Kasus Munir

JAKARTA, KOMPAS.com — Istri aktivis HAM almarhum Munir Said Thalib, Suciwati, merasa kecewa dengan respons Presiden Joko Widodo dalam menindaklanjuti keputusan Komisi Informasi Pusat terkait hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta (TPF) masalah pembunuhan Munir.

Menurut Suciwati, perintah Presiden Jokowi kepada Jaksa Agung buat menemukan dokumen tersebut tak mulai menjawab akar permasalahannya.

“Perintah Presiden Joko Widodo kepada Jaksa Agung dua waktu dahulu tak menjawab masalah ini,” ujar Suciwati ketika memberikan informasi pers, di Kantor Komisi buat Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Suciwati mengatakan, sejak putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) No. 025/IV/KIP-PS-A/2016 tanggal 10 Oktober 2016, seharusnya Presiden Jokowi menyatakan kesediaannya bagi membuka hasil TPF masalah Munir kepada publik.

Sebab, dalam putusan tersebut, KIP menyatakan, dokumen hasil penyelidikan TPF Munir adalah keterangan yg harus diumumkan kepada masyarakat.

Sebagai keluarga korban, Suciwati merasa tak mendapatkan kepastian hukum selama belasan tahun sejak suaminya dibunuh.

Pemerintah dinilainya tak melakukan langkah konkret bagi mencari auktor intelektual pembunuhan Munir.

“Saya meminta Presiden tak menunda atau mengulur waktu bagi mengumumkan hasil penyelidikan TPF perkara Munir,” kata Suciwati.

Pada kesempatan yg sama, Wakil Direktur Kontras Yati Andriyani menuturkan, desakan kepada pemerintah bukan sekadar masalah dokumen, melainkan upaya buat mengungkap pelaku pembunuhan Munir.

Jika Presiden Joko Widodo bersikap tegas dan memiliki kemauan membuka hasil TPF, Yati optimistis perkara Munir mampu kembali diteruskan.

“Pemerintah harusnya paham ini bukan sekadar dokumen, tetapi ini tentang pengusutan masalah pembunuhan Munir,” kata dia.

Kompas TV Kemana Hilangnya Dokumen TPF Munir?

Sumber: http://nasional.kompas.com